Mahasiswa FEB Ramai-ramai Tanam Saham di Galeri Investasi BEI Unismuh

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, SE,MM (tengah) foto bersama usai seminar Investasi dan Pasar Modal di Aula Mini lt.8 FEB, Sabtu (14/4/2018).-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.- Secara manusiawi, setiap orang pasti ingin kaya atau banyak uang. Tapi tidak banyak orang yang mengetahui caranya, atau tau tetapi ragu untuk melakukannya, seperti halnya memulai dengan berinvestasi di pasar modal, apakah itu dalam bentuk saham, obligasi, reksa dana dan lainnya.

Dalam banyak kasus, berinvestasi di pasar modal, banyak yang berhasil, tapi ada juga yang gagal. Tapi yang berhasil tidak tanggung-tanggung keuntungannya dalam beberapa tahun saja, keuntungannya ada yang sampai mencapai ribuan persen dari jumlah investasi awal.

Tapi ingat berinvestasilah di perusahaan yang betul-betul jelas dan legal agar masyarakat bisa terhindar dari kasus investasi bodong. Terkait investasi bodong, Kepala Bagian Pasar Modal Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papau, Andri Arfan, mengingatkan, dalam 10 tahun terakhir (2007 – 2017) dana hangus karena investasi bodong mencapai Rp105 triliun. Mungkin masih ingat kasus investasi emas batangan dan lainnya.

Kembali dengan investasi pasar modal, sekarang ini mahasiswa Unismuh Makassar sedang rama-ramai menanam saham di Galeri Investasi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia Unismuh Makassar.
Meskipun Galeri Investasi Pasar Modal BEI Unismuh Makassar baru terbentuk tahun 2016 lalu, tetapi perkembangannya luar biasa.

Pembina Galeri Pasar Modal BEI Unismuh Makassar, Dr Ir Ifayani Hanura, MM, menyampaikan bahwa sejak berdirinya Galeri Pasar Modal BEI Unismuh Makassar tahun 2016, tercatat 500 orang mahasiswa yang sudah berinvestasi, dan dosen baru sekitar 20 orang. Berharap ke depan semakin banyak lagi mahasiswa atau dosen yang berinvestasi di pasar modal BEI Unismuh.

Berinvestasi di pasar modal saat ini lebih mudah. Kalau dulu satu saham itu mencapai puluhan juta rupiah. Sekarang per saham bisa Rp100 ribu. Pertimbangannya agar masyarakat lebih mudah berinvestasi di pasar modal, dan kalau ada masalah tidak terlalu berat resikonya.
Sekarang ini yang berinvestasi di pasar modal karena paham baru sekitar 10 persen, sementara 20 persen duit yang di investasi dan 70 persen masih ragu berinvestasi karena belum berani.

Dalam seminar Investasi dan Pasar Modal yang dilaksanakan FEB Unismuh Makassar Sabtu (14/4/2018) di Aula Mini Lt.8 FEB Unismuh mengambil tema, “Pasar Modal Sebagai Pilihan Investasi” itu menghadirkan tiga pemateri, yakni Andri Arfan dari OJK Regional 6, Fahmin Amirullah dari BEI Makassar, serta Andre Mahardika dari Head of Regional Business Development.

Dalam seminar ini dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, SE,MM, Wakil Dekan I, Dr Agussalim, HR, SE,MM, Wakil Dekan II, Faidul Adzin, SE, M.Si, Wakil Dekan III, Syamsul Rizal, SE,MM, Wakil Dekan IV, Sulaeman, S.Pd. M.Pd.i, dan juga Direktur Humas, Dr H Mahmud Nuhung, dan sejumlah dosen dan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Unismuh Makassar.(NAS)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of