Unismuh Makassar Kumpulkan Petani Jagung di Kampus

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM sedang menandatangani kerjasama dengan pihak pengusaha pembeli jagung dari Jawa Timur.–humas unismuh-

RAKYATBERSATU.-Pihak Universitas Muhammadiyah Makassar  mengumpulkan puluhan ketua kelompok petani jagung yang berasal dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Takalar dan Gowa, dalam rangka mengikuti sosialisasi budidaya jagung hibrida  Pioneer P35 yang dilaksanakan di Kampus Unismuh Makassar (UBC),  Rabu 4 Oktober 2017.

Acara sosialisasi  budidaya jagung hibrida yang diprakarsai  Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LP3M Unismuh Makassar, Dr Idham Halid dan Wakil Dekan II FEB Unismuh, Dr Agussalim HR, dihadiri Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE, MM, dan Wakil Rektor IV, Ir H Saleh Molla, Dekan Pertanian. Dan sejumlah pengusaha jagung dari Surabaya.

Dalam kesempatan sosialisasi jagung hibrida Pioneer P35, dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama antara Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim dengan pihak industri jagung dari Jawa Timur. Pengusaha inilah yang nantinya akan membeli seluruh produksi  jagung yang dikembangkan oleh Unismuh.

“Jadi petani jagung, jangan pernah  ragu atau khawatir jagungnya  tidak dibeli. Pihak industri jagung dari Jawa Timur siap membeli seluruh  jagung yang diproduksi  oleh petani,”ujar salah seorang pengusaha industri jagung dari Jatim.

Sekadar informasi,  saat ini Unismuh Makassar untuk tahap pertama baru mengembangkan jagung hibrida seluas kurang lebih 10 ribu ha di dua kabupaten, yakni Gowa dan Takalar. Dan tahap berikutnya menyebar ke daerah lainnya seperti Kabupaten Jeneponto dan lainnya.

Sementara untuk pengembangan bawang merah, yang direncanakan 10 ribu hektare sementara ini dalam penjajakan lokasi yang mana cocok dengan tanaman bawang. Di Sulsel ini ada sejumlah daerah yang cocok untuk pengembangan bawang merah, termasuk Enrekang,  Gowa, Jeneponto, Takalar dan lainnya.

Pengembangan jagung hibrida ini  adalah kegiatan entrepreneurship yang merupakan salah satu budaya organisasi di Unismuh yang ingin dikembangkan, dimana dua budaya lainnya, yakni integrity dan profesional juga tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Ketiga budaya organisasi yang disebutkan diatas inilah yang ingin ditumbuhkan dalam mendorong terlaksananya lima  program strategis Unismuh menuju  tercapainya visi dan misi Unismuh, yakni menjadi perguruan tinggi  Islam  terkemuka,  unggul, terpercaya, dan mandiri pada tahun 2024.(nasrullah).