Wajo Kebagian DBH Rp 29,12 Miliar dari Bapenda Sulsel

SENGKANG,RAKYATBERSATU.COM.-Pemerintah Kabupaten Wajo mendapat dana bagi hasil (DBH) pajak daerah dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, per 30 Juni 2018 sebesar Rp 29,12 miliar lebih. Itu berasal dari lima pajak daerah yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulsel.

Hal tersebut terungkap pada Sosialisasi Pajak Daerah dan Layanan Unggulan Samsat Sulsel di Hotel Sermani, Sengkang, Wajo, Jumat (10/8/2018), yang diikuti tokoh masyarakat, ASN, diler kendaraan bermotor, dan tokoh pemuda.

Sosialisasi dibuka Kepala Bapenda Sulsel diwakili Kepada Bidang Perencanaan, H Reza Faisal Saleh, S.STP,M.Si. Hadir pula Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo, Hj A Fitri Dwi Cahyawati, SE, MSI, Anggota DPRD Sulsel Baso Syamsu Risal S.Pi Msi, Kanit Regident Polres Wajo, Iptu Andhika Trisnawijaya S.Ik, dan wakil dari Jasa Raharja.

Rincian pajak daerah yang diterima Kabupaten Wajo, per 30 Juni 2018 adalah, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) sebesar Rp 9.118.322.087, Pajak Kendaraan Bermotor Rp 6.114.724.916, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp 4.317.988.973, Pajak Air Permukaan Rp 46.295.664, dan Pajak Rokok Rp 9.340.172.886.

Kepala Bidang Perencanaan Bapenda Sulsel, Reza Faisal Saleh, M.Si dalam paparannya usai membuka acara mengatakan, sosialisasi pajak daerah ini dilakukan agar masyarakat, khususnya pelanggan Samsat memahami pentingnya pajak bagi kelangsungan pembangunan daerah. Apalagi, dana bagi hasil pajak itu akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Sulsel.

Reza menjelaskan, saat ini, ada lima jenis pajak daerah yang dikelola oleh provinsi yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, dan pajak rokok.

Untuk melayani dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan Samsat dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya, Samsat senantiasa berinovasi dengan menghadirkan sejumlah layanan. Di wilayah Sulsel, saat ini, Samsat sudah menghadirkan 25 Samsat iduk, satu Samsat pembantu, empat pos pembantu, dan 29 gerai Samsat. Selain itu, dibantu pula dengan beberapa armada Samsat keliling.

“Ini merupakan layanan unggulan yang dibuat, guna memberikan pelayanan dan kenyamanan serta kemudahan kepada pelanggan Samsat dalam menyelesaikan kewajibannya. Ini sesuai dengan tag line Bapenda, yaitu datang disambut senyum dan pulang dengan tersenyum,” kata Reza.

Selain itu, lanjut Reza, terdapat pula beberapa layanan unggulan Samsat di wilayah provinsi Sulsel, salah satunya yang terbaru adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor non tunai melalui ATM dan kartu debit.

Bapenda Sulsel, katanya, telah melakukan banyak terobosan guna memanjakan pelanggan Samsat menyelesaikan kewajiban. Selain pembayaran non tunai, ada pula Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Samsat Delivery, Pelayanan e-Samsat, Samsat Door to door, serta masih banyak lagi lainnya. Bahkan, dengan memanfaatkan teknologi melalui info Pajak via SMS dan twitter, setiap wajib pajak dapat mengetahui dan memperoleh informasi besaran dan tanggal jatuh tempo pajak kendaraannya.

“Ini semua untuk menunjang kelancaran pelanggan Samsat menyelesaikan pajaknya,” sebut Reza.

Terkait pemberian insentif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 20 persen yang diberikan Bapenda Sulsel, Reza mengatakan , dengan pemberian subsidi tersebut, BBNKB di Sulsel sisa 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

Reza juga mengatakan, sesuai dengan Perda No.8 tahun 2017, pajak progresif untuk setiap pemilik kendaraan roda empat yang memiliki lebih dari satu kendaraan telah diturunkan. Ketentuan ini sudaah berlaku efektif sejak 1 Januari 2018.

Sebelumnya, Pajak Progresif kendaraan kedua sebesar 2,5 persen, turun menjadi 2 persen. Untuk kendaraan ketiga pajak progresifnya sebesar 3,5 persen, kini menjadi 2,25 persen. Untuk kepemilikan kendaraan keempat sebelumnya 4,5 persen, kini menjadi 2,5 persen. Dan untuk kendaraan kelima dan seterusnya dikenakan 5,5 persen, sekarang hanya 2,75 persen.

“Dengan peraturan tersebut, setiap pelanggan Samsat yang memiliki kendaraan lebih dari satu, akan merasa lebih ringan dan lebih mudah menyelesaikan kewajibannya,” katanya.

Saat ini, kata Reza, Bapenda Sulsel, mengelola lima jenis pajak daerah yang dibagihasilkan kepada kabupaten dan kota se Sulsel dengan prosentase tertentu. PKB dan BBNKB misalnya, sebesar 70 persen diberikan ke provinsi, sedang 30 persennya untuk kabupaten/kota. Untuk PBBKB, bagi hasil yang diterima provinsi hanya sebesar 30 persen dan 70 persennya diberikan ke kabupaten/ kota. Sedang untuk PAP, kabupaten/ kota dan provinsi, masing-masing memperoleh 50 persen bag hasil. Untuk pajak rokok , porsi bagi hasil pajak untuk kabupaten/ kota lebih besar dari provinsi. Kabupaten/ kota memperoleh 70 persen, sedang provinsi hanya kebagian 30 persen.

Khusus insentif PKB dan BBNKB angkutan umum tahun 2018, Reza mengatakan, untuk kendaraan bermotor angkutan umum orang, ditetapkan sebesar 70 persen dari dasar pengenaan PKB. Sedang untuk kendaraan bermotor angkutan barang, hanya ditetapkan 50 persen dari pengenaan PKB nya.

Meski demikian, setiap pelanggan Samsat untuk kendaraan bermotor angkutan umum orang dan barang tersebut, harus memiliki persyaratan sesuai ketetapan yang berlaku. Insentif hanya diberikan kepada kendaraan umum angkutan orang dan barang yang memiliki badan hukum yang bergerak di bidang angkutan umum orang atau barang.

Selanjutnya, untuk angkutan umum orang, harus memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum/ izin trayek, kartu pengawasan dan pengendalian serta memiliki buku uji kendaraan yang masih aktif. Untuk angkutan barang, harus memiliki surat izin tempat usaha, atau SITU dan SIUP yang bergerak di bidang angkutan umum barang.

“Untuk kendaraan angkutan umum orang dan barang, setiap pelanggan samsat harus telah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya. (rbc/r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *