Kades Parapunganta Bantah Lakukan Pemukulan

 Dahlan Dg Sira (ist)

RAKYATBERSATU.COM.- Kasus dugaan penganiayaan, pengrusakan APK (alat peraga pemilu) dan ancaman yang diduga dilakukan Kepala Desa Parapunganta Takalar, Dahlan Dg Sira terhadap warga Desa Balangtanaya, Bonang Dg Nai dibantah oleh Kepala Desa Parapunganta Dahlan Dg Sira.

Saat dihubungi via telpon, Selasa (11/02/2018) Dahlan Dg Sira membantah semua cerita Bonang Dg Nai.

Dahlan Dg Sira menceritakan kronoligis kejadiannya. “Pada hari itu, ada warga saya yang melapor kehilangan sapinya. Banyak warga yang ikut serta mencari. Kebetulan jejak bekas kaki menuju ke sekitar rumah Bonang Dg Nai, sehingga banyak warga menuju ke situ,” ungkapnya.

“Saat saya ke rumah Bonang, sudah banyak warga berkumpul bersama Babinsa dan kepala dusun, ada juga Bonang depan rumahnya pasang (memaku) baliho,” urai Sira.

Menurut Dg Sira, “Karena ada hubungan keluarga maka saya panggil Nai keluar, langsung Nai, bertanya kepada saya kenapa banyak sekali orang?”

“Saya jawab bekas kaki sapi menuju ke sekitar sini, apalagi di sini ada kebun tebu, Nai langsung marah-marah seraya memberi petunjuk agar mencari ke arah daerah Jeneponto, jangan cari di sini,” ungkap Sira.

“Entah mengapa Nai mengamuk dan mengeluarkan kata kata tidak enak didengar sehingga nyaris dikeroyok, tetapi saya cegah,” beber Sira.

Lanjut, Sira menjelaskan, “Karena Dg Nai ngamuk pakai parang, mau keluar pagar, saya ambil batu, mungkin karena melihat saya pegang batu akhirnya Dia mundur. Kemudian Nai dipegang sama Dg Ngampang, Dg Bellah dan Dg Rate. Mungkin akibat baku tarik baliho jatuh dan rusak.

Lebih lanjut dikatakan, “Melihat Nai terus mengamuk saya mau maju, tetapi dihalangi sama Babinsa seraya memagang saya. Dan soal ceritera pemukulan hingga jatuh itu, tidak benar karena Dia jatuh sendiri mungkin karena terlalu emosi dan licin.”

“Perlu saya tegaskan soal pengrusakan baliho serta pengancaman itu tidak benar dan jujur saya sampaikan tidak melihat siapa yang punya baliho,” tandas Sira.

Kasus ini telah ditangani oleh Polres Takalar. Dg Nai, yang keseharian bekerja sebagai buruh tani ini dan juga kader PDIP ini telah melapor ke Polres Takalar pada, Minggu (03/02/2018) dengan Laporan polisi, Nomor: LP/61/II/2019/SPKT.

Sebagaimana telah diwartakan media ini, bahwa tidak hanya dugaan penganiyaan yang dilaporkan ke polisi, tetapi juga dugaan pengrusakan APK,  dan ancaman pengrusakan. Semua telah disampaikan lengkap dengan barang bukti serta saksi ke Panwas Kec, Polut Kab Takalar pada Senin (04/02/2018).

Sementara itu melalui telpon Ketua DPC PDIP Takalar, Ir Andi Nur Zaelan, Selasa (11/02/2018), membenarkan bahwa Bonang Dg Nai adalah kader PDIP.

“Seharusnya semua pihak, terlebih kepala desa mendukung upaya partai politik melakukan pendidikan politik kepada masyarakat melalui kader partai,” beber Nur Zailan.

“Yang pasti kejadian tersebut telah didengar dan disaksikan banyak orang di Dusun Panikang Lompo Desa Balangtanaya mereka pun siap jadi saksi kasus ini,” ungkap Elang. (sw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *