Polda Didesak Periksa Bos PT Anugerah Terang Jaya

Rangka baja ringan (ilustrasi/ist)

RAKYATBERSATU.COM.- Direktur PT Anugerah Terang Jaya, Alfred Lasut selaku terlapor kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan James Wehantow belum juga mau memenuhi panggilan penyidik Polda Sulsel. Karena itu kuasa hukum pelapor mendesak penyidik Polda untuk segera menghadirkan terlapor.

Amran Hamdy, SH, MM, kuasa hukum pelapor kepada wartawan Kamis (26/7/2018), menilai lambannya penanganan kasus ini terus bercokol di tahap penyelidikan dikarenakan sikap tidak kooperatifnya terlapor.

Menurut advokat jebolan Fakultas Hukum Unhas itu, ia bersama kliennya sudah berkali-kali menanyakan langsung ke penyidik Polda Sulsel tentang perkembangan perkara ini, tapi jawaban yang diperoleh bahwa terlapor tidak pernah mau datang kendati telah diberikan panggilan baik tertulis maupun lisan.

Penyidik Polda Sulsel pun menjanjikan sebelum menggelar perkara ini untuk dapat ditingkatkan statusnya ke penyidikan, aparatnya segera bertindak tegas menghadirkan Alfred dan juga meminta keterangan pihak berwenang di Kodam XIV Hasanuddin terkait proyek yang pernah dikerjakan terlapor.

“Demi mewujudkan keadilan yang diimpikan klien saya, maka penyidik Polda Sulsel sudah seharusnya bertindak tegas dengan melakukan pemanggilan paksa. Sebab sikap Alfred yang tidak kooperatif, menunjukkan jika bersangkutan tak menghargai proses hukum yang berlaku di negara ini”, ujarnya.

Sampai Kamis (26/7), Penyidik Polda Sulsel masih menunggu kehadiran Alfred Lasut untuk dimintai keterangan atas laporan James Wehantow terkait pembelian material dan upah tukang yang tidak diselesaikan Alfred saat menangani pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Markas Batalyon Kavaleri (Yonkav) 10/Serbu (sekarang Mendagiri) Kodam VII Wirabuana (kini Kodam XIV Hasanuddin) tahun 2015 namun terlapor tidak hadir juga.

Kasus ini telah dilaporkan oleh James Wehantouw ke Polda Sulsel sejak 14 Juli 2017. Dalam laporan polisi No : LPB/285/VII/2017/SPKT, korban mengaku mengalami kerugian berkisar Rp250 juta akibat tindakan terlapor yang sampai sekarang tidak ada itikad baik menyelesaikan pembayaran pembelian material dan upah kerja tukang di proyek tersebut.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *