Dosen PTS Ingin Pindah Home Base, Ini Syaratnya

Prof dr Ali Ghufron Mukti, Ph.D  (Ist)

RAKYATBERSATU.COM.--Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek (SDI) dan Dikti melihat banyaknya usulan perpindahan home base dosen antar perguruan tinggi keperguruan tinggi lainnya.

Untuk merespon dari banyaknya usulan perpindahan home base antar perguruan tinggi dan sebagai tindak lanjut dari peraturan Menristek dikti nomor 26 tahun 2015 tentang registrasi pendidik pada perguruan tinggi dan nomor 2 tahun 2016 tentang perubahan atas peraturan Menristekdikti maka Dirjen SDI dan Dikti mengeluarkan surat edaran bernomor 4034/D2/KP/2016.

Surat edaran yang di tandatangani Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Dikti Prof dr Ali Ghufron Mukti, Ph.D tentang perpindahan home base dosen antar perguruan tinggi. Surat edaran telah disampaikan kepada seluruh pimpinan PTN dan Koordinator Kopertis Wilayah 1- XIV.

Dalam surat edaran tersebut, Ali Ghufron Mukti menyampaikan delapan hal penting, yakni pertama, bahwa pada prinsipnya nomor registrasi dosen adalah nomor identitas yang melekat pada pemegang registrasi yaitu pribadi dosen. Kedua, Penetapan dan pencabutan nomor registrasi dosen dilakukan oleh kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

Ketiga, usulan pencabutan nomor registrasi dapat dilakukan oleh dosen, tutor, instruktur dan atau perguruan tinggi asal, dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat, pencabutan nomor registrasi yang diusulkan oleh dosen diantaranya berupa usulan perpindahan nomor registrasi dosen dari perguruan tinggi yang satu keperguruan tinggi lainnya.

Dalam point kelima, disebutkan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka untuk melakukan perpindahan home base antar perguruan tinggi, antara lain diperlukan lolos butuh (persetujuan) dari perguruan tinggi lamanya, dan surat keputusan (SK) persetujuan sebagai dosen dari pergurun tinggi barunya (perguruan tinggi penerima).

“Jika perpindahan itu dari dosen PTS, diperlukan rekomendasi dari Kopertis wilayah setempat,” jelas Ali Ghufron Mukti dalam surat edaran yang ditembuskan ke Menristekdikti dan kepada pejabat eselon I di lingkungan Kemenristekdikti.

Lebih lanjut dalam point keenam, disebutkan bahwa dalam hal pemohon tidak mendapatkan lolos butuh dari perguruan tingginya, sementara tidak ada ikatan perjanjian, dosen dimaksud (pemohon) dapat mengusulkan perpindahan home base kepergurun tinggi lain.

Untukitu, kata Ali Ghufron pemohon harus membuat surat pernyataan bermaterai Rp6000.,bahwa perpindahannya tidak melanggar perjanjian (kesepakatan kerja) dan bertanggungjawab sepenuhnya jika timbul masalah lain.

Ketujuh, usulan perpindahan home base dilakukan perguruan tinggi penerima secara online melalui laman forlap.ristekdikti.go.id dengan menu perubahan data dosen dengan melampirkan suratpernyataan.

Dan point terakhir, kedelapan, menyebutkan bahwa untuk perpindahan home base antar PTS sebagaimana pada point 7, bahwa usulan perpindahan akan divalidasi terlebih dahulu oleh kopertis dimana perguruan tinggi penerima berada, sebelum disetujui atau tidak disetujui oleh Kemenristekdikti.(nasrullah)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of