Rektor Pimpin Pertemuan dengan Tokoh Mahasiswa se Unismuh

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM  (kiri) didampingi Wakil Rektor II, Dr Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor IV, Ir H Saleh Molla, Wakil Rektor III, Dr Muhammad Tahir dalam pertemuan dengan ketua-ketua lembaga kemahasiswaan se Unismuh, Selasa (10/7/2018).-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.-Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM bersama Wakil Rektor II, Dr H Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor III, Dr Muhammad Tahir dan Wakil Rektor IV, Ir H Saleh Molla, melakukan pertemuan dengan para pimpinan lembaga kemahasiswaan se Unismuh Makassar, Selasa 10 Juli 2018 di Aula Rusunawa Asmadina Unismuh.

Ada sekitar 40-an pimpinan lembaga atau tokoh mahasiswa se Unismuh Makassar menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan ini sebagai bagian dari silaturahim yang dibangun oleh pimpinan universitas dengan ketua-ketua lembaga fakultas maupun universitas.

Pertemuan yang sudah lama digagas ini, sekaligus untuk menindaklanjuti asprirasi mahasiswa  tentang sejumlah kebijakan pimpinan tingkat univesitas yang selama ini dianggap perlu untuk penjelasan lebih lanjut dari pimpinan universitas, termasuk biaya BPP yang dinilai tinggi dan perekrutan dosen Unismuh dari kalangan non Muhammadiyah.

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM, dalam pertemuan tersebut, mengatakan, pertemuan dengan tokoh mahasiswa ini sudah lama direncanakan. Ada keinginan pimpinan universitas kalau pertemuan dengan tokoh mahasiswa Unismuh dilaksanakan pada bulan ramadhan baru-baru ini namun terus tertunda dan baru saat ini bisa dilaksanakan.

Kepada para ketua-ketua lembaga kemahasiswaan se Unismuh, rektor merasa perlu menyinggung sejarah perkembangan Unismuh sejak dari kampus Unismuh di Ranggong hingga sekarang ini. Ketika di  Ranggong maunpun di Mappaoddang, Unismuh masih dipandang sebelah mata.

Dan bahkan banyak mahasiswa saat itu yang merasa malu ketika ada yang bertanya dimana mereka kuliah dan di kampus mana. Sangat malu ketika dia menyebut di Unismuh. Sangat berbeda sekarang, Unismuh saat ini salah satu perguruan tinggi swasta yang terbesar di Kawasan Timur Indonesia dan sudah merasa bangga ketika menyebut kuliah di Unismuh.

 Waktu berjalan begitu cepat, dan kalau waktu ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tidak dimanfaatkan kepada hal-hal yang baik maka rugilah kita ini sebagai warga Unismuh. Kepada anak mahasiswa, rektor mengingatkan, bahwa dalam kehidupan ini tidak ada orang sukses tanpa melewati perjuangan yang berat.

Dia menceritakan ketika menjadi mahasiswa, dia banyak aktif di organisasi di kampus. Pada masa itu dia termasuk salah satu fungsionaris kampus yang aktif memberikan pencitraan kepada Unismuh agar Unismuh ini terus dicintai oleh masyarakat.

Dan ketika mereka lulus kuliah di Unismuh, mungkin karena dia adalah termasuk salah satu fungsionaris kampus pada masanya, maka mereka langsung dipanggil untuk bekerja di Unismuh, Awal masuk di Unismuh sebagai staf di Tata Usaha. Tugasnya saat itu dia yang buka kantor, membersihkan kantor, mengetik konsep yang diterima dari pimpinan dan menjadi pengantar surat sekaligus.

Tugasnya sebagai staf TU dijalaninya hanya setahun dan setelah itu naik jabatan menjadi Wakil Dekan III Ekonomi. Dari sinilah awal  mengantar mahasiswa teladan tingkat nasional dan kegiatan studi banding mahasiswa. Setelah itu menjadi wakil dekan II lalu wakil dekan III. Dari sinilah kariernya naik lagi menjadi dekan FEB Unismuh, lalu menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik dimasa Prof Irwan Akib menjadi rektor.

Di masa periode menjabat wakil rektor I,  dimulai ide pembangunan menara Iqra berlantai 18. Waktu itu yang menjabat Ketua BPH KH Djamaluddin Amin dan Rektor Prof Irwan Akib. Dan pemancangan batu pertama dilakukan oleh Wakil Presiden HM Jusuf Kalla.

Unismuh terus bergerak dan sekarang ini sudah memiliki banyak kemajuan diantaranya, baru-baru ini peresmian Pusdiklat. Pusdiklat ini tempat untuk melatih mahasiswa mamupun alumni agar memiliki kompetensi keterampilan sehingga mudah terserap di lapangan kerja, baik nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut rektor juga menyinggung lima program strategis yang akan dibangun dalam masa periode kepemimpinannya. “Kelima program strategis ini tidak dalam tataran konsep atau gagasan tetapi dengan langkah-langkah strategis yang dilaksanakan,”ujar Rahman Rahim. (NAS)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of