SDN KoSamJa Bangun Kepedulian Murid pada Masalah Sampah Melalui Lomba Menggambar

RAKYATBERSATU.COM.– Menggambar merupakan salah satu media yang cukup efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai dan kebiasaan positip pada anak. Alasan ini yang menjadi dasar diadakannya lomba menggambar dan mewarnai dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional di SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, Jumat pagi (23/2/2018).

Sebagai Sekolah Adiwiyata, tentu sekolah yang dipimpin oleh Fahmawati, S.Pd ini mesti punya banyak cara untuk membangun kesadaran anak didiknya agar peduli pada masalah sampah sejak dini. Lewat ajang seni tersebut akan tergambarkan bukan saja bakat anak-anak di bidang seni lukis tapi juga imajinasi mereka dalam memotret segala hal yang berkaitan dengan sampah dan kebersihan.

Sebelum lomba dimulai, Umar Maulana, Penanggung Jawab Even Staedtler Area Makassar, melakukan dialog dengan beberapa peserta. Umar bertanya, mengapa kita mesti peduli sampah. Ada yang menjawab, supaya mengurangi terjadinya penumpukan sampah. Ada juga yang menjawab supaya sampah tidak berserakan di mana-mana. Sementara yang lain menjawab, supaya tidak terjadi banjir. Tampak bahwa pengetahuan mereka soal akibat sampah cukup memadai.

Selama lomba, anak-anak mengambil posisi menggambar sesuai keinginannya. Ada yang menggambar di halaman yang disediakan panitia, ada yang di pintu gerbang, di selasar kelas, bahkan di dalam mushollah. Matahari yang mulai meninggi seolah tak mengusik anak-anak yang larut dan asyik menggambar dan mewarnai meski terpaksa kepanasan.

Dari amatan terhadap karya peserta terlihat bahwa gambar-gambar mereka mencerminkan tema besar lomba hari itu. Gambar tempat sampah, orang yang sedang menyapu, pohon-pohon, kupu-kupu dan matahari, dominan ditemukan dalam karya mereka. Ada juga yang menggambar sekolahnya lengkap dengan toilet untuk wanita, tempat sampah dan wastafel untuk mencuci tangan yang memang terdapat di depan kelas, baik di lantai satu maupun lantai dua.

Menariknya, ada beberapa peserta yang menyertakan pesan-pesan lingkungan hidup dalam gambarnya, seperti “mari sayangi lingkungan dengan cara buang sampah pada tempatnya” dan “Indonesia bebas sampah 2018”. Betapa jelajah ide anak-anak sungguh tidak terduga meski coretan dengan pensil warna yang dihasilkan tampak biasa saja.

Umar mengatakan, jumlah peserta lomba cukup banyak sekira 300 peserta, terdiri dari lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi murid kelas 1-3. Sedangkan lomba menggambar difokuskan ke murid-murid kelas 4-6.
“Ini melebihi target karena semula saya mengira yang akan ikut hanya 200-an peserta,” katanya sembari merapikan tumpukan gambar anak-anak.

Para pemenang akan diumumkan pada hari Senin pekan depan, setelah karya mereka dinilai oleh perupa Zaenal Beta. Para pemenang akan diberi hadiah berupa bingkisan produk dari Staedtler, piala dan sertifikat.

Setelah lomba, anak-anak diminta memungut sampah mereka masing-masing.
“Jangan lupa, satu anak satu sampah, ya,” pesan Umar mengingatkan agar peserta tidak meninggalkan sampah di sekitarnya.

Umar berharap kegiatan yang disponsori akan ikut memotivasi anak-anakk untuk semakin penduli terhadap lingkungan. Juga menggugah anak-anak akan pentingnya berkarya sejak usia dini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *