IJK Syariah Pertumbuhannya Lebih Tinggi Dibanding IKK

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM tukar cinderamata dengan  Direktur Pengawasan LJK Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua di acara Sosialisasi IKNB Syariah di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM. -Industri Jasa Keuangan (IJK) Syariah di Indonesia di tahun 2017 tahun lalu menunjukkan tren yang terus menerus meningkat. Bahkan di tahun 2017 IJK Syariah mencatat pertumbuhannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan yang dicapai oleh Industri Keuangan Konvensional (IKK).

Hal ini disampaikan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua, Dani Surya Sinaga pada acara ‘Sosialisasi IKNB Syariah’ di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar sehari yang lalu.

Dalam acara sosialisasi IKNB Syariah yang dilaksanakan OJK kerjasama dengan Unismuh Makassar dalam hal ini Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh, Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, juga menjadi narasumber.

Dikatakan Dani Surya Sinaga,  pada akhir tahun 2017, perbankan syariah  membukakan total asset sebesar Rp435 Triliun, atau tumbuh 18,8 persen. Dibanding dengan akhir tahun 2016.

Pertumbuhan total aset yang dimaksud lebih besar jika dibandingkan dengan  pertumbuhan total asset  perbankan konvensional yang hanya sebesar 9,8 persen.

Pada periode yang sama sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah  yang terdiri dari perasuransian syariah, dana pensiun syariah, pembiayaan syariah, penjaminan syariah, pergadaian syariah, dan lembaga keuangan khusus syariah lainnya membukukan pertumbuhan 11,8 persen dengan total asset Rp99 triliun.

Pertumbuhan total asset dimaksud lebih besar jika dibandingkan dengan  pertumbhan total asset INKB konvensional, yaitu hanya 3,9 persen.

Hasil survey yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, tingkat literasi keuangan  masyarakat Indonesia secara nasional untuk keuangan syariah 8,11 persen dan tingkat inklusinya  sebesar 11,05 persen. Dibandingkan di Sulsel, tingkat literasi keuangan syariah  6,11 persen  sedikit lebih rendah dari tingkat literasi keuangan nasional, dan tingkat inklusi keuangan masyarakat Sulsel sebesar 14 persen yang lebih tinggi dari  tingkat inklusi keuangan nasional.

Dari gambaran tersebut menunjukkan bahwa masyarakat  yang menggunakan jasa lembaga keuangan, namun tidak memahami produk yang dibeli atau digunakan. Kondisi ini akan menjadi hal yang menarik bagi perusahaan-perusahaan  investasi bodong yang saat ini cukup marak.

Karenanya menurut Soni melalui kegiatan sosialisasi IKNB Syariah ini, bisa bersama-sama bergerak secara massif untuk melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Hal ini juga yang disampaikan Rektor Unismuh Makassar Dr H Abdul Rahman Rahim saat menjadi narasumber, bahwa potensi pasar bank syariah cukup besar apalagi mayoritas penduduknya adalah muslim. Sayangnya pertumbuhannya baru sekitar 5 persen masih lebih rendah dari bank konvensional.

Menurut rektor produknya okelah, tetapi masalahnya apakah produk yang ditawarkan diketahui oleh masyarakat dan rupanya hasil survey produknya masih banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat, makanya sangat sependapat kalau pengetahuan masyarakat masih harus lebih ditingkatkan.

Rektor juga menyarankan produk bank syariah  yang ditawarkan ini bisa yang lebih menarik masyarakat dan lebih banyak memberikan penyadaran bagi masyarakat dengan berbagai pendekatan terutama pendekatan agama.(NAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *