Mahasiswa dari 32 Perguruan Tinggi KKN di Bantaeng

Mahasiswa KKN di Kab.Bantaeng, Sulsel (ist)
Mahasiswa KKN di Kab.Bantaeng, Sulsel (ist)

Sebanyak 224 orang mahasiswa dari 32 perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia kini berkumpul di Kabupaten Bantaeng. Mereka tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan.  

Para mahasiswa akan berada di daerah berjuluk Butta Toa selama sebulan dan menempati 3 kecamatan masing-masing Kecamatan Pa’Jukukang, Kecamatan Ere Merasa dan Kecamatan Ulu Ere.

Para peserta KKN yang digagas bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Sulsel, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Univeritas Andalas Padang dan IPB (Bogor) tersebut diterima Bupati Bantaeng Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah M.Agr di Panggung Upacara Pantai Seruni, Bantaeng, Senin (28/10).

Penerimaan mahasiswa KKN Kebangsaan tersebut ditandai pemasangan baju KKN oleh Ketua UPT KKN Unhas Dr Hasrullah MA kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah serta penyerahan cinderamata dari Pemda kepada Ketua Forum KKN Indonesia.

Menurut Hasrullah yang juga dosen Ilmu Komunikasi Unhas itu, KKN Kebangsaan merupakan gagasan brilian yang menyatukan mahasiswa dari Aceh hingga Papua.

‘’Selama 40 tahun pelaksanaan KKN, baru kali inilah bisa disatukan dan kebetulan bertepatan 85 tahun Sumpah Pemuda sehingga tak hanya dilakukan upacara  tetapi juga pengabdian dari para pemuda,’’ ujarnya.

Selain itu, para pemuda yang ber KKN di Bantaeng, 30 tahun ke depan tepatnya pada HUT Emas Indonesia, sudah ada diantaranya yang menjadi penyelenggara pemerintahan. Dan tidak tertutup kemungkinan lahir pemimpin besar karena para peserta merupakan mahasiswa terbaik dari almamaternya.

Tentang pemilihan lokasi yang ditetapkan di Kabupaten Bantaeng, Hasrullah mengatakan, selain karena perkembangannya Bantaeng menjadi salah satu daerah yang berhasil tingkat nasional (kebangkitan dari daerah yang sebelumnya hanya dipandang sebelah mata), Bupati dan masyarakatnya juga sangat respon.

Hal tersebut juga dibuktikan Tim Penilai Kelayakan dari 4 perguruan tinggi bersama Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) yang melihat langsung kondisi lapangan.

‘’Jadi, sebelum dipastikan di Bantaeng, ada tim  yang turun melihat kondisi lapangan. Hasilnya, 19 SKPD siap bersinergi. Karena itulah, Bantaeng akhirnya ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan KKN yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia,’’ tambah Dr Hasrullah.

Ia kemudian menyebut dua menteri masing-masing Menegpora dan Meneg Diknas serta sejumlah Dirjen, termasuk Pangdam VII Wirabuana telah melakukan pembekalan kepada mahasiswa.

Selama berada di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, KKN Kebangsaan juga akan mengadakan dialog kebangsaan yang akan menghadirkan mantan anggota KPK yang kini Irjen Pendidikan Prof Dr Haryono pada 2 November 2013.

Dialog yang sama pada 4 November 2013 akan menghadirkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Pramono Edi Wibowo, dan Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Anis Baswedan.

Bupati Bantaeng Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah M.Agr menyambut baik penunjukan wilayahnya menjadi lokasi KKN dari mahasiswa seluruh Indonesia.

‘’Tidak sulit membangun bangsa, selama pemimpinnya memiliki integritas, moral dan ahlak yang baik. Dibuktikan saja dengan sikap pantang berbohong, Insya Allah bangsa ini akan bangkit,’’ urainya.

Ia menaruh harapan kepada para peserta yang merupakan mahasiwa terbaik perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua agar ada yang menjadi pemimpin nasional.

Nurdin juga berharap selama KKN berlangsung hendaknya dapat menjaga nama baik almamater. ‘’Bila ada masalah, lakukan koordinasi dengan baik. Demikian pula bila ada yang sakit segera hubungan fasilitas kesehatan di 113,’’ pesannya.

Melalui fasilitas tersebut, dokter dan tenaga perawat akan tiba di lokasi dalam beberapa menit. ‘’Ini berbeda dengan kartu sehat karena masih pasien yang mendatangi dokter. Di Bantaeng, dokter yang mencari pasien,’’ tambah Nurdin Abdullah

Selama berada di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel, seluruh peserta diharap menikmati keindahan alam Bantaeng, baik di pegunungan maupun di pesisir.

Agas semua merasakan keindahan tersebut, Bupati menyarankan perlunya saling bertukar dalam sebulan tersebut.(hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *