Chuduriah Sahabuddin Jalani Uji Kelayakan di PKB Pusat

Bakal Calon Bupati Polmna, Chuduriah Sahabuddin (tengah), usai menjalani test kelayakan dan kepatutan di PKB Pusat di Jakarta, Senin sore (23/10/2017).

RAKYATBERSATU.- Panggung politik Polman memasuki Pilkada serentak  2018, semakin ramai dengan manuver dan langkah taktis aktor politik  membangun kekuatan mencari parpol yang akan dijadikan kendaraan politik.

Salah seorang aktor politik yang dinilai banyak kalangan termasuk cukup kuat ikut pertarungan pilkada adalah Rektor Unasman Polman, Dr. Chuduriah Sahabuddin, M.Si.

Langkah politik masuk panggung politik pilkada Polman semakin nyata dengan ikut  menjalani uji kelayakan dan kepatutan selaku balon bupati Polman di pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Senin sore (23/10/2017).

Kepada media dari Jakarta dilaporkan, bahwa selama menjalani uji Fit and Proper Test, dihadapi oleh dua pengurus DPP PKB yakni; H. Rasta Wiguna dan Erni Sugiarti.

Keduanya banyak bertanya dan menggali visi dan misi yang akan dijalankan sekiranya diberi  amanah oleh masyarakat Polman menjadi bupati.

Sosok Chuduriah termasuk figur yang sangat direkeng dalam Pilkada Polman 2018. Suara arus bawah menyebut siapa pun yang ditemani berpaket dalam pilkada,  doktor sosiologi politik PPs-UNM ini, dipastikan bakal memenangkan pertarungan pilkada.

Kalkulasi politik menunjukkan, magister komunikasi PPs-Unhas ini, sudah memiliki modal sosial sangat kuat dengan mengantongi dukungan 28.701 suara atau 13,30 persen, saat berpaket dengan Muh Asri Anas Pilkada Polman 2014.

Modal jaringan sosial lainnya yang dimiliki adalah, civitas akademika kampus selaku Rektor Unasman. Jaringan alumni, mahasiswa, dosen dan pegawai menyebar ke seluruh Polman dan Sulbar.

Selain itu dia mewakili sosok perempuan intelek Mandar dan doktor sosiologi politik  yang bakal meraih simpati dan dukungan kalangan perempuan yang kemungkinan satu-satunya wanita yang maju dalam pertarungan pilkada Polman.

Chuduriah juga salah seorang anak kandung ulama yang sangat dihormati di Tanah Mandar,   Prof. Dr.H. Sahabuddin, yang mengajarkan kearifan tasauf Tarekat Qadiriyah.

Pengikut tarekat ini menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat Polman, sangat fanatik dan setia.  Modal kultural itu, semakin memberi kekuatan dukungan dengan beragam elemen di masyarakat.

Chuduriah masuk dalam pusaran pertarungan politik,  tidak lari kosong tapi membawa sendiri kekuatan modal sosial dan kultural yang terbilang cukup besar  dan kuat.  (yahya).