Ikapol Unhas Kecam Pelanggaran HAM di Rohingya

Notrida GB. Mandica Nur, Ph.D

RAKYATBERSATU.- Kekejaman, penganiayaan, penderitaan, pembunuhan serta pelanggaran HAM bagi muslim Rohingya, memanggil rasa kemanusiaan para anggota Ikatan Sarjana Ilmu Politik (Ikapol) Fisip Unha dengan menerbitkan petisi mengecam pelanggaran HAM dan membela Rohingya.

Ketua Ikapol Fisip Unhas, Notrida GB. Mandica Nur, Ph.D kepada media di Makassar, Sabtu (2/9/2017) mengatakan, petisi menolak pelanggaran HAM dan bela Rohingya di Myanmar  yang disepakati  para aggota Ikapol, Sabtu (2/9/2017) akan dikirim ke Presiden RI di Jakarta, ungkap alumni Northern Illinois University, Amerika Serikat 2006 ini.

“Isi petisi  itu antara lain,  Ikapol  FISIP UNHAS meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar tegas dan keyakinan sebagai bangsa dan warga dunia menghargai perbedaan agama dan budaya sesuai ideologi negara Pancasila,” tandas mahasiswa S1 Ilmu Politik Unhas 1987 ini.

Mengutuk perilaku biadab Ashin Wirathu dan para biksu Budha Myanmar yang didukung oleh rezim militer terhadap umat muslim Rohingya.

“Kebiadaban bagi  kaum muslim Rohingya merupakan kekejaman kemanusiaan abad 21 yang akan memicu perang saudara dan perang di region Asia Tenggara,” tegas wanita kelahiran 28 April 1969.

Karena itu, Notrida meminta Pemerintah Indonesia segera bertindak atas nama kemanusiaan menekan pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kebiadaban terhadap kaum muslim Rohingya.

“Pemerintah Indonesia harus lebih aktif  menyelesaikan pelanggaran Hak Azasi Manusia massif dan terstruktur di Myanmar dengan mengajak negara negara di kawasan Asia Tenggara untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Myanmar serta segera menyatakan Myanmar dalam darurat kejahatan kemanusiaan, “tandas magister dari Purdue University, Amerika Serikat 1995. (nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *