Pantai Kuri Maros Menarik, Tapi Kurang Publikasi

Laporan : Muh.Yusuf Rijal
Mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros (UMMA)

RAKYATBERSATU.COM.- Karang berdiri kokoh dengan kemegahannya, langit yang membiru dengan keluasannya serta angin berarakan dengan warnanya.

Inilah pantai penuh pesona karya Tuhan yang abadi dengan lukisan biru nan indah yang pernah tercipta.

Keindahan pantai yang mampu membuat segelintir orang takjub akan keelokannya. Tetapi eksotis daya tarik yang natural itu kurang terpublikasi ke luar.

Teriknya matahari begitu tajam menusuk ke dalam ubun-ubun di siang itu di Pantai Kuri yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota.

Tapi tak membuat kemolekan pantai ini berkurang. Pantai Kuri terletak di Desa Nisombalia Kecamatan Marusu, Maros Sulsel, menuju kesana harus menempuh perjalalanan satu setengah jam lamanya.

Pertama kali tiba di pantai itu saya di sambut batu karang sepanjang bibir pantai yang membuat pantai ini tak kalah eloknya dengan pantai lainnya, saya memilih tempat tersebut.

Pantai ini yang masih asri dengan pasir putih dan pohon-pohon yang rindang menambah estetika pantai ini karena di pantai ini kita bebas mengekspresikan keceriaan kita.

Angin menderu kencang namun sejuk air laut mengulung terpecah di bibir pantai yang membuat perjalanan untuk menuju ke pantai ini tak sia-sia karna.

Alternatif menuju ke tempat ini sangat memprihatinkan karena sepanjang jalan ke pantai di penuhi bebatuan dan jalan berlubang ditambah lagi jembatan yang sudah mulai lapuk sehingga kita harus berhati-hati karena kiri dan kanan jalan ialah empang.

Suasana Pantai Kuri di sore hari sangat indah membuat ku tak henti-hentinya merasa kagum atas keindahan panoramanya sekaligus eksotisnya pantai dengan deburan ombak di sertai angin yang memberi kesejukan dan rasa damai.

Laut biru membentang dengan luas yang menyimpan berbagai macam mahluk hidup bersembunyi di balik terumbu yang indah membatu.

Di sekeliling pantai bisa kita lihat banyak rumput laut berserakan di pinggir pantai yang terbawa oleh debur ombak dan kapal-kapal.

Para nelayanpun mulai terlihat pulang kembali usai mendapatkan ikan. Ingin rasanya ku ikut berlayar merasakan ombak di tengah lautan yang luas entah dimana ujungnya.

Tapi sayang daerah ini sangat terpencil dan kurang diperhatikan oleh pemerintah, penduduk yang tinggal di sekitar Kuri juga kesulitan untuk bisa keluar di malam hari.

Disebabkan akses jalan yang berbatu dan tidak ada penerangan jalan. Jumlah warga yang berada di tempat tersebut 100 kepala keluarga, tutur ahmad yang berharap ada perbaikan jalan untuk mereka bisa beraktivitas dengan lancar.

Tak terasa sudah 4 jam lamanya kita di Pantai Kuri hingga akhirnya tibalah sunset matahari terbenam perlahan mengakhiri perjalanan hari ini. Saya pun bergegas pulang.(*)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of