Ratusan Warga Bulukumba Padati Gedung Wanita Sungguminasa

RAKYATBERSATU.COM.– Ratusan warga memadati Gedung Wanita di Jl Habibu Kulle Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (10/2/2019). Mereka adalah warga asal Bulukumba yang bermukim di Gowa, Makassar, Takalar, dan Maros, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah.

Maulid ini diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) didukung oleh Pa’rappunganna Tu Konjo, sebuah komunitas yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian Bahasa Makassar dialek Konjo agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Hadir sejumlah tokoh masyarakat asal Bulukumba, di antaranya mantan Sekda Bulukumba A Mappigau Samma, A Kumala A Ijo, Prof Imran Umar, Prof Sudirman, Andi Selle, A Syamsul Ridjal, Nurdin Raja. Hadir juga beberapa anggota DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD Makassar asal Bulukumba, serta sejumlah tokoh lainnya.

Hikmah Maulid dibawakan oleh Ustadz Mayor CAJ Mirwan Embas S.Ag, M.Si, membahas keteladanan Rasulullah. Sebagai pembaharu yang hinga kini belum ada yang mampu menyamainya.

Penceramah berlatar belakang militer ini mengingatkan pentingnya umat Islam senantiasa meneladani prilaku Rasulullah dalam kehidupan keseharian. Mulai dari hal-hal kecil yang mungkin bagi banyak orang sering diabaikan, namun justru memberi dampak luar biasa.

“Jangan lupa mengawali setiap kegiatan dengan basmalah agar selalu mendapat berkah dari Allah,” katanya memberi contoh.

Ketua Panitia Muh Carda Patawari melaporkan bahwa peringatan Maulid tersebut dilakukan sebagai sarana menjalin silaturahmi antarwarga Bulukumba dalam skala yang lebih besar.

Kabupaten Gowa dipilih sebagai tuan rumah sebagai respon dari masukan warga KKB karena selama ini pertemuan selalu diadakan di Makassar. Apatah lagi, warga Bulukumba yang bermukim di Kabupaten Gowa relatif besar. Mencapai puluhan ribu dari ribuan kepala keluarga yang menyebar di sejumlah permukiman.

Pendiri Komunitas Tu Konjo, Prof Imran Umar, berharap melalui peringatan Maulid tersebut, bisa menjadi momentum untuk mengaktifkn kembali kegiatan KKB yang beberapa tahun terakhir ini vakum.

Guru Besar Fakultas Teknik Unhas ini menyinggung juga kekerabatan antara Gowa dan Bulukumba yang sudah terjalin lama.

Pelaksana Tugas Ketua KKB Sulsel, A Badi Sommeng, juga menyebut ingin mengaktifkan kembali organisasi itu sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi warga Bulukumba yang ada di perantauan.

“Organisasi ini didirikan sekitar 20-an tahun silam, namun beberapa tahun belakangan tidak aktif, sehingga perluki duduk bersama untuk membicarakan kelanjutannya,” kata Andi Badi.

Dia menyebut sudah mendekati sejumlah tokoh – tokoh asal Bulukumba untuk memimpin organisasi tersebut ke depan. Sejumlah nama sudah diminta kesediaannya memimpin KKB, namun semuanya harus dibicarakan dalam forum resmi.

Andi Badi juga menyebut sejumlah asset KKB yang saat ini masih ada dan dipercayakan pemeliharaannya kepada salah seorang warga. Seperti mobil ambulance.

“Mobil ambulance itu masih ada dan sekarang dirawat oleh Pak Carda menggunakan dana pribadinya,” kata Andi Badi. (rbc/r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *