APBN Meningkat, Indonesia Harusnya Makin Hebat

Prof Dr Haryono Umar M.Sc, Ak (ist)

Prof Dr Haryono Umar M.Sc, Ak (ist)

Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) yang terus menanjak dari tahun ke tahun seharusnya bisa memajukan Indonesia.Peningkatan anggaran yang triliunan rupiah seharusnya membuat Indonesia makin hebat. Tapi, ternyata kemiskinan masih banyak. Ini fakta yang seharusnya kita bisa angkat.

Apa yang salah, negeri kita subur. Bahkan minyak di Indonesia merupakan kedua ditemukan di dunia setelah penemuan minyak pertama kali di Pensilvania, kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Haryono Umar M.Sc, Ak pada Seminar Kebangsaan di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu (2/11).

Haryono yang menjadi pembicara bersama Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah M.Agr dalam seminar yang dilaksanakan Mahasiswa KKN Kebangsaan tersebut dipandu Ketua UPT KKN UNhas Dr Hasrullah MA.

Haryono yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, Norwegia yang baru sekitar 20 tahunan menemukan minyak, muncul sebagai negara makmur.

Dengan kekayaan alam yang berlimpah dan sepanjang tahun hijau menjadi paru-paru dunia, seharusnya juga bisa seperti Norwegia, namun kenapa kita hanya bisa menjadi pasar bagi Negara lainnya.

Hal tersebut antara lain karena korupsi. Kenapa korupsi karena pejabat tidak memiliki integritas. Mereka melihat kesempatan dan tidak tahan godaan padahal pejabat itu sudah dibekali anggaran besar untuk digunakan.

Karena itu, harapan ke depan untuk menyelamatkan bangsa ini terletak pada mahasiswa, terutama yang sedang mengikuti KKN Kebangsaan. Peserta KKN ini merupakan orang-orang pilihan yang diharapkan 10 hingga 20 tahun ke depan sudah menjadi pemimpin.

‘’Inilah kesempatan kepada kalian untuk belajar banyak bagaimana membangun melalui integritas dan niat baik seperti yanag sudah dilakukan Bupati Bantaeng,’’ urainya.

Menurut Haryono, lihatlah Bantaeng membangun dan bandingkan dengan daerah lainnya. Kondisinya sangat berbeda dengan wilayah disekitarnya.

Ia kemudian mengatakan, bila mahasiswa menghendaki negeri ini maju, maka mahasiswa harus menyadari bahwa Indonesia ini negara besar dan persiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan kekayaan secara bersama-sama dan menjadi pejuang kebenaran.

Hanya dengan moral dan integritas yang tinggi, seseorang tak akan mudah tergoda suap. Ia kemudian memberi contoh Nabi Ibrahim yang memilih dibakar hidup-hidup  karena yakin terhadap kebenaran.

Karena itu, menjadi pemimpin harus bertanggungjawab karena dia menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat. Untuk itu, memilih pemimpin harus melihat apakah cinta rakyat atau tidak.

Sebab pemimpin yang cinta rakyat tentu tak akan mengambil uang rakyat. Dia akan bekerja keras untuk memajukan daerahnya. Salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan adalah melalui investasi.

Bila investasi masuk, dengan sendirinya kita tak akan menjadi Negara pasar tetapi kita menjadi produsen, tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, mahasiswa harus berani memotong rantai untuk mencegah terjadinya korupsi di Indonesia.

Caranya adalah melalui pendidikan, namun bidang ini diharapkan tak hanya menelorkan orang cerdas tetapi kita berharap melahirkan orang-orang bermoral, memiliki etika dan ahlak yang baik.

Ini menjadi penting sebab sudah banyak lembaga penegakan hukum dibentuk pemerintah, termasuk KPK, namun masih juga banyak yang melanggar.

Ia kemudian mengemukakan, sejumlah pertanyaan yang sering muncul yakni kenapa Bantaeng bisa membangun dengan anggaran minim. Pelaksanaan Pilkada juga tetap tenang dan tidak ada riak. Itu karena kami semua bekerja dengan ikhlas, urainya.(hms)