Dinas PKH Sulsel Sosialisasikan PP Nomor 6 Tahun 2013

Kepala Bidang Keswan dan Kemavet Dinas PKH Sulsel, Ir H Syamsul Bahri, M.Si didampingi Ir Taruni Artati dalam acara bimtek kewirausahaan di Hotel Gahara Makassar, 7 Agustus 2017. –foto nasrullah-

RAKYATBERSATU.-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Sulsel saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi  Peraturan Pemerintah RI Nomor 6 tahun 2013 tentang Pemberdayaan Peternak.

Sosialisasi PP Nomor 6 tahn 2013  tentang pemberdayan peternak ini dibawakan oleh Kepala Bidang Keswan dan Kemavet Dinas PKH Provinsi Sulsel, Ir H Syamsul Bahri, M.Si dalam acara bimtek kewirausahaan dan penguatan modal bagi peternak an pengusaha ternak di Hotel Gahara Makassar, 7  Agustus 2017. Saat memberikam materinya  dipandu Ir Taruni Artati, MM.

Syamsul Bahri mengatakan, pengembangan usaha peternakan salah satu pilar pembangunan di Indonesia. Sekarang ini Sulsel mengalami pertumbuhan ekonomi 8,0 persen atau sekitar Rp35 juta pendapatan per kapita per tahun, dan usaha peternakan termasuk berkontribusi besar di dalamnya.

Karena itu, sebut Syamsul, pemerintah melalui PP Nomor 6 tahun 2013 tentang pemberdayaan telah mendorong kemandirian serta daya saing bagi peternak  maupun pelaku usaha peternakan. Tentu dengan memberikan fasilitas kemudahan didalam memperoleh modal usaha.

Pemerintah tidak hanya memberikan kemudahan untuk mengakses sumber pembiayaan tetapi juga memberikan  ilmu pengetauan dan teknologi serta informasi seperti dengan pelaihan bimbingan teknis yang selama ini dilakukan oleh Dinas PKH Sulsel.

Dikatakan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi seeta informasi yang didapatkan peternak maupun pelaku usaha peternakan terbuka peluang untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Misalnyaperusahaan-prusahaan besar seperti PT Semen Tonasa, PT Seman Bosowa, PLN dan lainnya setiap tahunnya ini memiliki dana CSR yang cukup besar untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan. “Ini kalau bisa dapat dimanfaatkan oleh peternak mendapatkan dana CSR di perusahaan-perusahaan BUMN,”tandas Syamsul.

Syamsul juga mengakui msalah yang paling krusial dihadapi peternak adalah soal permodalan. Terkait SDM peternak tidak terlalu masalah dibandingkan dengan permodalan.

Sekarang katanya, pemerintah sudah memiliki langkah-langkah strategis didalam mumudahkan mendapatkan permodalan, melalui program kredit usaha pembibitan sapi dengan bunga rendah hanya 5 persen, melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) juga dengan suku bunga rendah hanya 5 persen dan lainnya.(nasrullah)  

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of