Mahasiswa, TNI dan Polri Harus Bisa Akrab

Pramono Edhie Wibowo (ist)
Pramono Edhie Wibowo (ist)

Untuk mengawal negeri dan bangsa yang besar ini menjadi bangsa yang benar-benar hebat, TNI Polri dan Mahasiswa seharusnya bersatu.Kedua kekuatan tersebut tidak boleh lepas, harus bisa akrab sejak awal karena merekalah yang kelak menjadi pemimpin. Bila tidak saling mengenal sejak awal, bangsa ini akan pecah.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Kebangsaan 2013 di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Senin (4/11).

Dialog kebangsaan yang dipandu Supervisor KKN Kebangsaan Jayadi Nas tersebut mengambil tema Yang Muda Yang Membangun. Dialog tersebut dihadiri Jenderal TNI Purnawirawan M Natsir dan mantan Pangdam VII Wirabuana sekaligus penggagas KKN Kebangsaan Mayjen TNI HM Nizam.

Dialog yang dihadiri mahasiswa KKN Kebangsaan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita Langgara, Dandim 1410 Letkol Mahanom S, Kapolres AKBP I Made Sunarta, dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng.

Pada kesempatan tersebut, Ketua UPT KKN Unhas Dr Hasrullah menyematkan baju KKN Kebangsaan kepada Pramono Edhie Wibowo disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah.

Ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga menyerahkan sejumlah kenang-kenangan kepada mahasiswa.

Menurut Pramono Edhie Wibowo, jangan dikotomikan antara sipil dan militer karena kita harus bisa membangun tanpa mengutamakan kepentingan sendiri-sendiri.

‘’Kita harus bisa membangun negeri ini secara bersama,’’ tandasnya seraya mengemukakan kondisi kekinian yang sering diwarnai ketidakdewasaan dalam berpolitik.

‘’Katanya siap kalah dan siap menang. Tapi bila kalah, marah. Itukah calon pemimpin,’’ tambahnya seraya mengatakan, tanpa mendalami falsafah hidup, tata nilai kita terhadap bangsa ini akan bergeser. Lebih menyedihkan lagi, bila kita lebih mengagung-agungkan bangsa lain.

‘’Seolah bangsa lain lebih baik dari kita, padahal kitalah yang lebih baik,’’ tuturnya seraya mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menggantikan generasai sekarang.

‘’Suka tidak suka atau mau tidak mau generasi ini akan turun dan mahasiswa yang sedang berKKN Kebangsaan inilah yang akan tampil sebagai pengganti. Karena itu gunakan kesempatan yang baik ini,’’ tambahnya.

Ia kemudian memuji mantan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Purnawirawan HM Nizam yang telah menggagas KKN Kebangsaan bersama Universitas Hasanuddin.

Melalui KKN, mahasiswa lebih mengenal kondisi bangsanya. Bahkan negeri ini berawal dari desa dan masyarakat desa memiliki jiwa dan semangat kegotongroyongan yang tinggi.

Karena itu, dalami dan resapi kehidupan di desa yang tentram. Bangsa ini tak bisa besar bila calon pemimpinnya dirasuki rasa iri hati. Kita harus optimistis bahwa kita bisa. Jangan membesar-besarkan bangsa lain.

Ia kemudian memberi contoh Bupati Bantaeng, seorang teknokrat yang berhasil membangun daerahnya. Karena itu, mahasiswa harus belajar banyak kepada Bupati bagaimana membangun daerah yang pernah terbelakang menjadi daerah maju, urainya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah memuji sosok putra kelima Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu sebagai tentara yang tegas, jujur dan merakyat.

‘’Meski anak jenderal, Pramono menyatu dengan rakyat dan pasukan. Tidak salah bila banyak orang yang menilai Jenderal bintang empat yang juga mantan Pangkostrad ini sebagai potret M Jusuf,’’ urainya.

Nurdin Abdullah kemudian mengemukakan kondisi wilayah yang dipimpinnya. ‘’Kami membangun dengan komitmen dan memanfaatkan anggaran yang kecil namun kini sudah bisa dirasakan masyarakat.

‘’Masyarakat Bantaeng kini mulai bangga karena menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru di selatan Sulsel. Dan ke depan kita berharap Bantaeng menjadi Kota Jasa yang indah dan nyamansekaligus menjadi pusat pengembangan industri. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *