Pilih Pemimpin Jujur dan Menguasai Persoalan Bangsa

HM.Jusuf Kalla (ist)
HM.Jusuf Kalla (ist)

Dalam dialog Kebangsaan yang berlangsung di ACC Universitas Airlangga Surabaya, Jumat, 8 November 2013, H M Jusuf Kalla menegaskan bahwa  untuk menjadi seorang pemimpin harus menguasai persoalan bangsa. Tidak cukup dengan kejujuran saja.
“Kalau jujur saja yang dimiliki, tetapi tidak menguasai persoalan, justru pemimpin itu bisa dibodohi anak buahnya,” kata mantan Wapres RI itu,

Menurut Jusuf Kalla, seorang pemimpin harus bisa bertindak sebagai seorang negarawan yang mampu melihat masa depan bangsanya dan mampu melihatnya dalam kepentingan jangka panjang, satu generasi selama 20-30 tahun.

Dihadapan mahisiswa Unair, Ketua Umum PMI  ini menegaskan bahwa setiap pemimpin tidak boleh selalu tergantung pada negara lain. “Pemimpin harus mendengarkan suara rakyat.Karena rakyat yang menentukan dia,” tandasnya.

Menurut Jusuf Kalla, Indonesia sangat berpotensi menjadi negara maju. Untuk mencapai itu bangsa Indonesia harus bekerja keras. ” Banyak yang meramalkan Indonesia akan menjadi negara maju 20-30 tahun nanti. Itu hanya ramalan, dan tidak ada artinya jika kita tidak bisa berbuat sesuatu mulai sekarang, “tukas JK yang juga Ketua Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia.

Ketua DPD RI Irman Gusman yang hadir dalam Dialog Kebangsaan ini berharap a mahasiswa Indonesia mengawal Pilpres atau Pemilu 2014 agar masa transisi di Indonesia tidak terlalu lama.

Irman mengajak mahasiswa memilih pemimpin yang mau melayani rakyat, dan tidak terpesona dengan janji politik, tetapi melihat buktinya.” Pilihlah pemimpin yang melayani rakyat,”sebut Irman Gusman.
Presiden Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia Dr Syahrul Yasin Limpo dan Presiden Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia Dr Irsan Noor yang juga hadir dalam acara ini mengajak mahasiswa untuk memilih pemimpin yang tepat.

“Mahasiswa harus mengajak masyarakat untuk tidak keliru memilih pemimpin pada 2014, karena kalau keliru maka kita akan punya banyak persoalan, karena di depan kita ada AFTA,” kata Syahrul Y Limpo.

Gubernur Sulawesi Selatan itu menceritakan pengalamannya belajar kepada bangsa Korea dan Jepang. “Pilihlah pemimpin yang mementingkan sumberdaya manusia dan mengutamakan riset agar kita maju,” katanya. (yudhi/ekosby)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of