Tahun 2016, Banjir, Longsor dan Puting Beliung Ancam Indonesia

Ilustrasi. Tahun 2016 sejumlah bencana alam diprediksi akan melanda Indonesia (ist)

Ilustrasi. Tahun 2016 bencana alam diprediksi akan melanda Indonesia (ist)

Jakarta (rakyatbersatu.com) – Intensitas hujan dan angin yang terus meningkat sejak Desember 2015 di hampir semua wilayah di Indonesia diprediksi akan terus meningkat hingga 2016 mendatang. Bahkan diperkirakan, bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung akan terjadi disejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, fenomena La Nina juga akan menguat pada pertengahan 2016.

Fenomena bencana hidrometerologi yang diprediksi terjadi pada November-April tersebut dikemukakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

“Puncak bencana hidrometeorologi diprediksi pada Januari-Februari 2016,” ujar Kepala Pusat Data Informasi ‎dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.seperti dilansir Jawapos Group yang kami kutif dari pojok sulsel.com.

“Seperti kita tahu, El Nino yang terjadi tahun ini (2015) sangat kuat. Dan setelah El Nino akan berlanjut La Nina,” terang Sutopo.

Tidak hanya itu, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menimbulkan bencana asap juga masih masih tetap tinggi dibeberapa wilayah, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Puncaknya akan terjadi pada September-Oktober 2016, namun dengan intensitas dan skala yang lebih kecil dibandingkan 2015.

Sementara untuk bencana gempa bumi dan erupsi gunung berapi, BNPB belum bisa dirediksi. Untuk perkiraan bencana gempa bumi ini tidak dapat diprediksi secara pasti lokasinya, seberapa besar, dan kapan akan terjadi.

Sutopo memperkirakan gempa lebih rentan terjadi di Indonesia bagian timur karena geologi yang lebih rumit. “Potensi tsunami sangat tergantung dari besaran gempabumi dan lokasinya. Jika gempa lebih dari 7 SR, kedalaman kurang dari 20 km dan berada di jalur subduksi maka potensi tsunami. Namun kita sudah ada sistem peringatan dini tsunami yang lebih baik dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Sedangkan untuk erupsi Gunung Berapi tidak dapat diprediksi untuk jangka panjang karena setiap gunung tentunya memiliki karakteristik sendiri-sendiri. “Dari 127 Gunung Api di Indonesia, saat ini terdapat satu gunung berstatus Awas, tiga berstatus Siaga, dan 15 berstatus Waspada,” pungkasnya.(yd/bbs)