Wagub Sulsel Ikut Tari Caci di Pentas Budaya NTT

 

Wagub Agus Arifin Nu’mang, ketika panitia memberikan cambuk yang akan digunakan untuk memukul dalam pentas tari caci di Lapangan AURI, Panaikang Makassar, Minggu, 24 September 2017.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.- Ada yang manarik  sekaligus unik, ketika Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang  (AAN)  menghadiri pentas budaya tari caci budaya asli Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT), di Lapangan  AURI Panaikang, Minggu 24 September.

Agus yang mengenakan baju putih lengan panjang dibalut sarung adat serta peci di kepala, masuk dilokasi pentas tari caci. Setiba dilokasi, Agus didaulat oleh panitia untuk  turun memukul menggunakan cambuk yang telah diberikan oleh panitia. Wagub diberi kesempatan untuk memukul salah seorang peserta tari caci.

Tidak tanggung-tanggung cambuk yang digunakan memukul oleh wagub terbuat dari kulit kerbau.  Jika saja pukulan itu mengenai badan orang yang dipukul dipastikan orang tersebut akan terluka.

Awalnya wagub ragu ketika diminta oleh panitia turun memukul, karena dia yakin pukulannya nanti  bila mengena badan orang  bisa berdarah,  atau paling orang yang dipukul itu merasa sakit. Tapi  anehnya, orang yang mau dipukul tidak merasa takut, malah justru menantang  wagub segera memukulnya.

Wagub diminta ikut memukul  dalam pentas budaya ini sebagai  bentuk penghormatan sebagai tamu kehormatan yang diundang. Tidak hanya wagub yang diminta memukuk menggunakan cambuk tetapi juga Ketu Umum KKB-NTT Dr Pius Nalang.

Pentas tari caci di lapangan AURI Panaikan, Makassar, Minggu 24 September 2017.-nasrullah-

Pius Nalang kepada median, mengatakan, warga Manggarai di Sulsel sudah mencapai sekitar 70 ribuan orang dan  yang  tinggal di Makassar mencapai puluhan ribu orang.  60 persen warga Manggarai  yang ada di Sulsel mahasiswa dan selebihnya adalah pekerja dan pegawai.

Pius Nalang dalam mementum ini meminta kepada  pemerintah Sulsel  dalam hal ini wagub untuk memberikan perhatian kepada warga  NTT yang ada di Sulsel. Pius  merasa warga NTT khususnya warga Manggarai yang tinggal di Sulsel akan ikut serta membantu kemajuan pembangunan di Sulsel.

Pius Nalang juga dalam kesempatan ini merasa bersyukur atas kehadiran  bapak Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu’mang  diacara pentas budaya Manggarai yang digelar di lapangan AURI  Panaikang Makassar.

Gubernur Sulsel, Agus  Arifin Nu’mang,  merespon posisitf pentas budaya Manggarai  khususnya tari caci. Pentas budaya ini diakui secara fisik keras, tetapi mengandung makna mendalam, yakni  mengandung nilai keberanian, kemampuan untuk melindungi diri, serta kesabaran.

“Inilah makna yang utama dari budaya tari caci asli budaya Manggarai ini hingga tetap lestari hingga saat ini,”ujar  Dr Arda Senaman, salah seorang tokoh Manggarai  di Makassar.

Pentas budaya tari caci ini digelar dalam rangka untuk memeriahkan acara-acara besar, diantaranya acara penutupan Pekan Olahraga Desa (Pordes)  Poco Ranaka Cup, Manggarai Timur.

Poco Ranaka Cup  Makassar ini sudah tujuh tahun dilaksanakan secara berturut-turut di Lapangan AURI Panaikang.  Panitia memberikan hadiah bagi para juara sepakbola. Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta, juara II Rp 4 juta, juara tiga Rp3,5 juta dan juara IV Rp 3 juta.(nasrullah)