60 Peternak Sulsel Ikut Bimtek Kewirausahaan

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Ir Hj Hermawaty, M.Si (tengah) saat membuka bimtek kewirausahaan di Hotel Gahara Makassar, 7 Agustus 2017. Didampingi Kabid Prasarana dan Sarana Ir Syaiful (kanan) serta Kasi Pembiayaan dan Investasi Ir Deliana Santiung, Tahir MM. –nasrullah-

RAKYATBERSATU. -Sebanyak 60 orang peternak perwakilan 23 kabupaten kota se Sulsel telah mengikuti  bimbingan teknis (bimtek) kewirausahaan kegiatan penguatan modal usaha dan pengembangan pola kemitraan SKPD Dinas PKH Sulsel selama tiga hari, dimulai 7 – 9 Agustus di Hotel Gahara Makassar.

 Acara ini dibuka Kadis PKH Sulsel diwakili Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Sulsel, Ir Hj Hermawaty, M.Si. Hadir Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas PKH Sulsel, Ir Syaiful, Kepala Bidang Keswan dan Kemavet IrH Syamsul Bahri M.Si (narasumber),  Kasi Pembiayaan dan Investasi Bidang Prasarana dan Sarana It Deliana Santiung Tahir MM dan Ir Taruni Artati, MM

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas PKH Sulsel, Ir Syaiful, mengatakan, adapun tujuan dari bimtek kewirausahaan ini adalah untuk meningkatkan  pengetahuan  dan keterampilan petugas teknis  peternak dan pelaku usaha mengenai kewirausahaan.

Dengan pelatihan ini, Syaiful  mengharapkan  adanya peternak dan pelaku usaha  yang melakukan kegiatan penguatan modal melalui pemimjaman modal  usaha melalui pihak perbankan serta menyiapkan diri dan mampu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)

Selama tiga hari pelatihan, panitia menghadirkan pemateri yang terkait dengan kewirausahaan, diantaranya dari pihak perbankan (BRI), KADIN Sulsel, Dinas Koperasi, pelaku usaha, Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sulsel.

Kepala Dinas PKH Provinsi Sulsel yang diwakili Sekretaris Dinas PKH, Ir Hj Hermawaty, M.Si, mengatakan, sekarang ini pemerintah telah mendorong kegiatan pengembangan usaha  pembibitan ternak.

 Untuk mendorong kegiatan usaha tersebut maka pemerintah telah melibatkan peran serta masyarakat untuk menjamin ketersediaan benih dan bibit bakalan sebagaimanan yang diamanahkan oleh UU No. 18 tahun 2009.

Dalam rangka untuk mendorong  pengembangan usaha peternakan saat ini pemerintah telah memfasilitasi bagi peternak  atau pelaku usaha peternakan untuk mendapatkan bantuan modal usaha budidaya ternak sapi potong melalui bantuan modal KUPS (Kredit Usaha Pembibitan Sapi).

Dana tersebut kata Hermawaty, bersumber perbankan seperti yang  telah ditetapkan melalui peraturan menteri Keuangan No.131/MPK.05/2009 tentang KUPS.(nasrullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *