Harga Membaik, Petani Garam di Sulsel Mulai Bergairah

Tim dari Kemenko Bidang Maritim,r Hamka (kanan baju putih), dan Amalyos Chan (batik kiri) saat peninjauan di lokasi usaha pergaraman di Kelurahan Takalar, Kamis 9 November 2017.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.-Menyusul semakin membaiknya harga garam dipasaran local dalam satu tahun terakhir ini membuat para petani garam di dua kabupaten, Takalar dan Jeneponto mulai bergairah. Tadinya harga garam per karung (50 kg)  hanya dijual Rp 50 ribu, namun sekarang ini harga meningkat tiga lipat yakni menjadi Rp 150 ribu per karung.

“Kalau harga garam begini terus, maka petani garam sudah bisa meningkat kesejahteraannya. Karenanya tidak heran sekarang ini banyak lahan yang tadinya menganggur alias tidak produktif tapi berpotensi untuk dibuatkan tambak usaha pergaraman ini mulai kelihatan di dua kabupaten penghasil garam di Sulsel ini, “kata  tim Kemenko Bidang Maritim yang dipimpin Drs, Ir Hamka, MT, dan Amalyos Chan dan rombongan di Takalar dan Jeneponto, Kamis 9 November 2017 saat  melihat potensi usaha pergaraman di dua kabupaten ini.

Seperti halnya di Takalar,  Ir Hamka dan Amalyos Chan  dari Kemenko Bidang Maritim didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Takalar, Drs Asbar,  diperoleh informasi bahwa di Takalar potensi usaha pergaraman saat ini terdapat di Desa Bontomanai (70-an) ha, Desa Cikoang (100-an), Pulau Tanakeke ( 1) ha, Desa Soreang (13,8) ha, Kelurahan Takalar (5,7) ha, Desa Pattopakang (10,36) ha.

“Ini yang sudah diolah oleh petani, dan sekarang ini sisa bagaimana meningkatkan produksinya dan kualitas garamnya,”saran Amalyos Chan.

Selain lahan yang sudah ada, masih ada ratusan hektar lahan yang berpotensi dibuka untuk pengembangan usaha pergaraman di Takalar. Seperti di Kelurahan Takalar yang saat ini baru diolah 5,7 ha berpotensi dikembangkn hingga 100-an ha. Dan di Pulaia Tanakeke yang baru satu tahun ini uji coba usaha pergaraman seluar 1 ha, ini berpotensi hingga 200 ha.

Tahun depan menurut Ketua Kelompok Tani Garam di Pulau Tanakeke, mengatakan di Tanakeke pengembangan usaha pergaraman baru setahun, tetapi melihat hasil serta harga pasaran membaik, maka tahun depan akan lebih banyak lagi lahan pengmbangan usaha pergraman dibuka.

“Sekarang ini produksi garam dari Pulau Tanakeke, beberapa pengusaha dari luar daerah sudah banyak yang memesan. Harga jualnya Rp 150 ribu per karung (50 kg). Padahal sebelum-sebelumnya harga garam per karung Cuma sampai Rp 20 ribu,”tandas  Saharuddin Dg Ngeppe (Ketua Kelompok Pengembangan Usaha Garam Rakyat  Sarobiring, Kelurahan Takalar.

Amalyos Chan mendukung pengembangan usaha pergaraman di Takalar ini, karena beberapa lahan pengembangan usaha pergaraman adalah milik Pemda, sehingga akses jalan menuju tambak pergaraman sangat lancar. Usul Amalyos kedepan yang perlu dipikirkan dan ini juga akan disampaikan Kemenko Bidang Maritim perlunya gudang tempat penampungan hasil usaha pergaraman.

“Sekarang ini memang sudah ada tempat penampungan garam, tetapi kapasitasnya masih sangat terbatas. Dan dikhawatirkan kalau hujan, kualitas garam bisa menurun,”tandasnya. (nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *