Pabrik Jagung Unismuh Makassar Mulai Giling

Rektor Unismuh Makassar, DR H Abdul Rahman Rahim, SE,MM didampingi Penngungjawab Proyek JAgung Unismuh, Dr Idham Halid dan Dr Agussalim, HR saat melakukan kunjungan di pabrik jagung Unismuh di Doja, Limbung, Kabupatan Gowa, Sabtu 2 Desember 2017.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.-Keinginan Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM agar pabrik jagung Unismuh Makassar di Doja, Kabupaten Gowa secepatnya bisa beroperasi bakal terwujud.

Seperti yang dikatakan Penanggungjawab Proyek Jagung Unismuh Makassar, Dr Idham Halid dan Dr Agussaling HR, bahwa pabrik jagung Unismuh Insya Allah mulai menggiling jagung, Selasa, 5 Desember 2017.

“Kita mulai dulu menggiling sekaligus ini merupakan uji coba perdana di bulan Desember untuk melihat kemampuan pabrik dalam memproduksi jagung giling. Setelah itu baru intens menggiling setiap hari. Kapasitas pabrik ini bisa menggiling jagung lima ton setiap harinya,”ujar Idham Halid.

Untuk saat ini jagung yang akan digiling berasal dari Takalar. Pihak Unismuh membeli dari petani jagung di Takalar. Rata-rata jagung yang dibeli dari petani jagung kadar airnya masih diatas 20 persen. Setelahtiba di gudang jagung Unismuh, tidak langsung di pabrik tetapi dikeringkan lagi hingga kadar airnya mencapai 15 – 14 persen.

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim,SE,MM, ketika melakukan kunjungan ke pabrik jagung Unismuh di Doja, Gowa, Sabtu 2 Desember 2017, meminta kepada penanggungjawab proyek jagung Unismuh, yakni Dr Idham Hali dan Dr Agussaling untuk segera melakukan rapat dengan seluruh pekerja pabrik untuk menjelaskan rencana kegiatan yang dilaksanakan sekaligus sudah menperjelas kontraknya.

“Kontrak pegawai yang bekerja di perusahaan ini patut mendapat perhatian, karena inilah kuncinya orang bisa tenang bekerja karena sudah ada pegangannya,”ujar rektor.

Rahman Rahim, kepada media mengatakan, potensi pengembangan jagung
yang khusus di kelolah oleh Unismuh mencapai 20 ribu hektar, belum lagi yang dikerjasamakan dengan kelompok-kelopok tani lainnya. Karenanya rektor tidak khawatir dengan bahan baku jagung untuk kebutuhan pabrik.

Rektor juga sudah meminta kepada penanggungjawab pengolahan jagung, untuk mulai membeli jagung di petani. Jagung yang sudah ada di gudang sekarang ini sudah harus ditambah untuk menjamin keberlangsungan pabrik beroperasi setiap harinya.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *