Pengetahuan Peternak Kurang, Target UPSUS SIWAB Sulit Tercapai

Sekretaris Jenderal Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr Ir Nasrullah (kiri) saat memberikan materi.

MAKASSAR- Sekretaris Jenderal Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Nasrullah, mengatakan, salah satu masalah mengapa program UPSUS SIWAB 2017  capaiannya tidak sesuai yang diharapkan. Salah satunya kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh peternak. Terutama mengenai tanda-tanda birahi ataupun lainnya yang terkait dengan  reproduksi.

Nasrullah yang juga penanggungjawab Upsus Siwab Wilayah Sulsel saat menjadi narasumber pada acara  harmonisasi program percepatan pencapaian target  Upsus Siwab  regional Sulawesi di Hotel Four Points,  berharap perlu ada kerjasama dengan penyuluh peternakan  untuk membentuk sekolah lapang.

Katanya, melalui sekolah lapang ini peternak diberikan pengetahuan, minimal   peternak sudah bisa mengetahui bila  sapinya ada yang  birahi.

Memang laporan yang diperoleh dari masing-masing perwakilan tiap provinsi bahwa  kendala di Upsus Siwab, rupanya banyak peternak yang belum paham tanda-tanda birahi. Karena tidak mengetahui  tanda birahi maka tidak dilaporkan kepada petugas.

Nasrullah berharap dengan harmonisasi program dan kebijakan Siwab Nasional regional Sulawesi  bisa terjadi peningkatan kelahiran sapi yang lebih signifikan dalam catata hariannya. Sekadar diketahui program Siwab 2017 sisa waktu 150 hari  lagi sudah berakhir.

Nasrullah juga mengatakan, siswa waktu 150 hari program Upsus Siwab ini, maka sudah perlu dilakukan singkronisasi birahi, supaya pelaksanaan IB-nya dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupatan dan kota.

“Jadi wilayah yang kurang petugas IB-nya akan ditambah  atau dari wilayah yang kelebihan petugas IB dialihkan ke lokasi yang kurang petugas IB-nya,”tandas Nasrullah.

Dikatakan untuk singkronisasi birahi diperlukan penyedian hormon. Karena hormon yang dibutuhkan cukup besar untuk penyerentakan birahi maka kemungkin yang bisa dipenuhi oleh 40-50 persen. Dan kegiatan singkronisasi ini dilakukan pada wilayah-wilayah yang terintroduksi.

Tentang jumlah petugas IB yang dianggap oleh peserta singkronisasi masih perlu ditambah, itu ditanggapi oleh Nasrullah bahwa dibeberapa wilayah tidak perlu lagi ditambah karena sudah memenuhi rasio.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *