Prof Jasmal: Mau Gemukkan Sapi, Harus Pahami Kebutuhan Pakannya

: Prof Dr Ir Jasmal A Syamsul, M.Si (kanan) didampngi moderator Ir Taruni Artati dalam acara bimtek pembuatan pakan di Gahara Hotel 3 – 5 Agustus 2017. –nasrullah-

MAKASSAR- Usaha budidaya  ternak sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Pakan yang diberikan  pada ternak  harus disesuaikan dengan kebutuhan ternak tersebut dan bukan  pada kemampuan peternaknya memberikan makanan pada sapinya.

Ahli pakan dari Unhas, Prof Dr Ir Jasmal A Syamsul saat memberikan materi dalam acara pertemuan bimbingan teknis pembuatan pakan dengan petugas teknis dan kelompok peternak, di Gahara Hotel, 3 Agustus 2017, mengatakan, yang perlu diketahui oleh peternak adalah kebutuhan pakan ternak yang harus dipenuhi.

Secara umumpeternak hanya mengetahui kebutuhan pakan hijauan ternak sapi dan ternak besar lainnya adalah 10 persen dari berat badan (BB). Artinya kalau ternaknya memiliki bobot 200 kg berarti kebutuhan pakannya 20 kg.

Menurut Prof Jasmal teori ini tidak 100 persen benar. Mungkin masih tepat ketika hijauan yang dimaksud adalah rumut gajah. Tetapi bagaimana kalau yang diberikan itu jerami, kulit pisang, kulit kacang, rumput, tongkol jagung, dedak dan lainnya. Teori 10 persen itu tentu tidak berlaku lagi.

Dikatakan Prof Jamal, standar kebutuhan pakan ternak, itu bukan diukur dari 10 persen dari bobot badan. Tetapi diukur dari berapa bahan kering yang terkandung didalam pakan hijauan yang diberikan. Rumput gaja beda kandungan bahan keringnya dengan jerami padi atau dengan kulit pisang.

Contoh rumput gajah, kandungan airnya mencapai 70 persen, sementara bahan keringnya cuma 30 persen. Sementara kulit pisang kandungan airnya mencapai 90 persen sementara bahan keringnya cuma 10 persen.

Jadi kalau pemberian pakan ternak itu kalau pendekatannya sama yang penting kenyang, maka itu yang bahaya. Karena kalau sapi kenyang dengan kulit pisang, berarti dia hanya kenyang air. Makanya tidak jarang kita lihat sapi mencret karena dia hanya kenyang air, bukan bahan kering.

Makanya Prof Jasmal ini meminta kepada petugas teknis dan kelompok peternak yang ikut bimtek, memahami betul standar kebutuhan pakan sapi. Dikatakan standar kebutuhan ternak ruminansia adalah kebutuhan bakan kering, yakni rata-rata 3 persen dari bobot badan.

“Jadi kalau peternak memilihara sapi dengan bobot badan 200 kg maka kebutuhan bahan kering yang harus diberikan dalam sehari sebanyak 6 kg. Karena didalam bahan kering sudah terkandung protein, karbohidrat dan lemak.

Guru Besar Fakultas Peternakan Unhas dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan tiga hal dalam proses pengolahan pakan, yakni pengolahan dalam bentuk fisik, kimia dan biologi atau kombinasi ketiganya.

Salah satu contoh, rumput gajah yang dipotong-potong, ini mengolah pakan secara fisik. Beda dengan sistem amoniasi jerami yang diberi mkroba ini sudah masuk proses biologi maupun kimia.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *