Sistem Pemeliharaan Lepas Hambat Percepatan Program Upsus Siwab

Sistem Pemeliharaan Lepas Hambat Percepatan Program Upsus Siwab

RAKYATBERSATU- Sistem pemeliharaan sapi secara eksentif (lepas) di kelompok peternak menjadi  salah kendala untuk menghambat  percepatan pencapaian target Upaya Khusus (Upsus) Sapi Induk Wajib Bunting (Sibab) di Kementerian Pertanian Direktorat Jenederal Peternakan dan Kesehatan Hewan di tahun 2017.

Dalam pertemuan Harmonisasi  Program dan Kebijakan Siwab  Nasional Regional Sulawesi  (Sulsel, Sulteng, Sulut, Sultra, Sulbar dan Gorontalo), di Hotel Four Points,  12 – 14 Juli 2017,  secara umum diketahui bahwa masalah yang dihadapi dalam upaya percepatan target  Upsus Siwab 2017, karena  sistem pemeliharaan sapi dimasyarakat masih bersifat eksentif atau  sistem lepas.

Dengan sistem lepas, sangat menyulitkan petugas inseminator untuk  melakukan deteksi dini birahi . Sangat berbeda ketika sistem pemeliharaan sapi yang dilakukan dengan sistem kandangnisasi. Maka dengan sistem kandangnisasi tentu dengan lebih mudah petugas melakukan deteksi dini birahi sapi masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Ir Abd Azis, kepada media mengakui kalau di Sulsel ini,  90 persen pemilik ternak memelihara sapinya dengan sistem lepas alias tidak dikandangkan. “Inilah yang merepotkan petugas inseminator dilapangan di dalam mendeteksi birahi sapi masyarakat,”tandas Azis.

Harmonisasi program percepatan Upsus Siwab ini dibuka oleh Dirjen PKH Kementerian Pertanian RI, Drh. I Ketut Diarmita MT. Hadir Sesdit PKH Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Nasrullah (pemateri),  tiga orang tim ahli Upsus Siwab dan dua diantaranya Prof Dr Ir Sudirman (Peternakan Unhas), Prof  drh  H Prabowo.

Kadis PKH Sulsel, Abd Azis, mengatakan, selain sistem pemelharaan yang menjadi kendala dalam upaya percepatan pencapaian target Upsus Siwab ini, juga kendala lainnya adalah soal SDM peternak yang masih sangat rendah. Peternak di Sulawesi, khususnya di Sulsel, belum banyak yang mengetahu  tentang tanda-tanda kapan sapinya itu  birahi. Belum lagi ketersediaan sarana dan prasarananya, utamanya  penyediaan hormon untuk harmonisasi birasi secara serentak.

 Dari sekian banyak kendala yang dihadapi di lapangan, yang paling berat adalah mengubah pola kebiasaan peternak dari sistem lepas mengarah kepada sistem perkandangan. “Jika ini tidak diubah maka sangat berat untuk  mencapai target Upsus Siwab di 2017 ini khususnya untuk wilayah Sulsel,”tandasnya.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *