Wajo Estimasi DBH 2018 Sebesar Rp 61,422 Miliar

Suasana peserta Sosialisi Pajak Daerah yang dibuka Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan, Kemal Redindo Syahrul Putra, SH MH, di Hotel Sermani, Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu (6/12/2017). Hadir Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo Hj A Fitri Dwicahyawaty, SE, Msi, Kepala Cabang Bank Sulselbar Wajo H Rakib, mewakili Kasat Lantas Polres Wajo, AIPDA H Lukman S.Sos, dan Penanggung Jawab PT Jasa Raharja Wajo.

RAKYATBERSATU. – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan mengestimasi Pemerintah Kabupaten Wajo akan menerima Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2018 sebesar Rp 61.422.041.413.

Hal tersebut terungkap saat Sosialisasi Pajak Daerah di Hotel Sermani, Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu (6/12/2017). Sosialisasi yang dibuka Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Kemal Redindo Syahrul Putra, SH MH, ini diikuti seratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, PT Energy Equity Wajo (perusahaan pembayar pajak air permukaan), diler kendaraan bermotor, pemilik SPBU, dan organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Hadir pula Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo Hj A Fitri Dwicahyawaty, SE, Msi, Kepala Cabang Bank Sulselbar Wajo H Rakib, mewakili Kasat Lantas Polres Wajo, AIPDA H Lukman S.Sos, dan Penanggung Jawab PT Jasa Raharja Wajo.

Hingga 31 Oktober 2017, Pemerintah Kabupaten Wajo mendapat bagian Dana Bagi Hasil dari Bapenda Sulsel sebesar Rp 49.938.116.092. Dana tersebut berasal dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak rokok.

Kemal Redindo, saat membawakan materi sosialisasi, antara lain mengatakan, landasan hukum pemungutan pajak daerah adalah, Undang Undang No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No 10 tahun 2012 tentang Pajak Daerah, dan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No 8 Tahun 2013 tentang Pajak Rokok.

Sosialisasi pajak daerah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dengan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Daerah No 55 tahun 2016. Menekankan aspek keadilan dalam pemungutan pajak dengan melakukan rasionalisasi atas tarif PKB yang secara simultan diharapkan dapat mengurangi tunggakan PKB.
Kemal Redindo juga mensosialisasikan tentang perubahan Perda No 10 Tahun 2010 menjadi Perda No 8 Tahun 2017, yaitu tarif untuk penyerahan pertama turun menjadi 10 persen, lebih rendah dibandingkan Perda No 10 tahun 2010 yang tarifnya sebesar 12,5 persen. Sedangkan tarif untuk penyerahan kedua tetap dikenakan tarif 1 persen.

Tarif progresif di Perda No 8 tahun 2017 juga, lanjut Kemal Redindo terjadi perubahan dibandingkan Perda No 10 tahun 2010. Pada Perda yang berlaku sekarang, tarif prgresif ditetapkan sebesar 1,5 persen untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama. Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua dikenakan tarif sebesar 2 persen. Kepemilikan ketiga dikenakan 2,25 persen. Kepemilikan keempat dikenakan 2,5 persen. Untuk kepemilikan kelima dan seterusnya dikenakan 2,75 persen.

Untuk kemudahan dan kenyamanan pelayanan kepada pelanggan pajak, kata Kemal Redindo, Bapenda Sulsel meluncurkan sejumlah layanan unggulan seperti pelayanan SAMSAT Standart ISO 9001: 2008 menuju ISO 9001-2015, pembayaran Pajak Kendaraan Menggunakan Mesin EDC / Kartu Debit, Samsat Link,.
Ada pula, Gerai Samsat, Samsat Drive Thru, Samsat Keliling, Samsat Deliverry, Samsat Care, Samsat Kedai, E-Samsat dengan BPD Sulselbar, SMS INFO Pajak Kendaraan Bermotor, Info Pajak Kendaraan Bermotor Via Twitter, SMS Broadcast, Sistem Informasi Pajak Daerah (SIPADA), Penagihan Door To Door, Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor, Layanan Website : Bapenda.web.id, stiker Tanda Pajak Kendaraan Bermotor.
Kepala UPT Pendapatan Wilayah Wajo Hj A Fitri Dwicahyawaty, menambahkan, untuk memudahkan pelanggan pajak di Wajo, memenuhi kewajibannya membayar pajak, Samsat Wajo tetap membuka pelayanan di hari Sabtu dan Minggu.

“Pelayanan di hari libur ini, hanya berlaku selama Desember 2017. Kami pun mengusung tag line Datang disambut Senyum, pulang dengan Senyum, sehingga pelanggan pajak benar-benar merasa dilayani secara maksimal,” katanya.

Andi Fitri menambahkan, untuk mendekatkan pelayanan kepada publik, khususnya untuk menjangkau masyarakat yang lokasinya relatif jauh dari kantor Samsat Wajo, telah dilakukan inovasi dengan membuka pos pelayanan di dua kecamatan masing-masing Kecamatan Maniangpajo dan Kecamatan Belawa dan melayani pelanggan pajak melalui Samsat Keliling pada setiap hari pasar di Kabupaten Wajo.(rus/ys)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *