Kepala Desa Parapunganta Dilapor ke Polres dan Panwas Takalar

Pelapor Bonang Dg Nai dengan bukti laporannya ke Polres Takalar (foto said welekin)

RAKYATBERSATU.COM.– Kepala Desa Parapunganta, Kec Polut, Kab Takalar Dahlan Dg Sila harus siap menghadapi dua perkara sekaligus, yakni dugaan tindak pidana penganiayaan dan dugaan pengrusakan APK (alat peraga kampanye) pemilu.

Pelapor Bonang Dg Nai, saat ditemui di sebuah pompa bensin Jl Diponegoro Takalar, Senin(10/2//2019), mengaku baru saja pulang dari Kantor Bawaslu Takalar untuk menghadiri undangan klarifikasi, berkenaan dengan laporannya ke Panwas Kecamatan Polut pada hari Senin(4/2/2019).

Saat wartawan media ini menanyakan bagaimana hal ihwal kejadian, Dg Nai yang keseharian berprofesi sebagai buruh tani yang beralamat Dusun Panaikang Lompo Desa Balangtanaya Kec Polut menceritakan kronologis kejadian.

“Pada hari Minggu(3/2/2019) pagi, kira-kira pukul 9, ketika itu saya lagi memangku baliho dalam pekarangan rumah. Kepala desa Parapunganta  bersama empat orang anggotanya lewat depan rumah katanya lagi cari sapi yang hilang,” ungkap Nai.

“Sesaat kemudian, Dahlan Dg Sila turun dari motor, bersama empat anggotanya masuk ke halaman rumah, dan memintah untuk sama sama mencari sapi. Tetapi permintaan itu saya tolak sekaligus meminta maaf karena lagi menyelesaikan pesanan pemasangan baliho Caleg,” ungkap Nai.

Lanjut, Nai menceritakan, “Enta apa sebabnya,  dia langsung, memukul kepala bagian belakang, saya pun jatuh tersungkur dan muntah.”

“Setelah saya jatuh bukannya mereka menolong, akan tetapi baliho diinjak-injak hingga robek. Tidak sampai di situ saja, bahkan mengancam akan merobek jika saya berani pasang baliho tersebut,” beber Nai

Atas kejadian ini saya sudah melapor ke Polres Takalar pada hari Minggu (3/2/2019) dengan nomor laporan Polisi, Nomor: LP/61/II/2019/SPKT

Sementara itu salah satu pimpinan BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) Takalar, Saifuddin saat ditemui di kantornya Jl Syeh Yusuf No 3, Takalar, Senin(10/2/2019) membenarkan telah dilakukan klarifikasi terhadap pelapor Bonang Dg Nai.

Menurut Saifuddin, “Terlapor satu orang yaitu Dahlan Dg Sila, dan sesuai aturan Panwas punya waktu dua kali, tujuh hari untuk mengklarifikasi masalah ini.” (sw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *