Dosen Kopertis Belum Maksimal Meneliti dan Pengabdi pada Masyarakat

Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih,MP

RAKYATBERSATU. Bagi dosen penelitian dan pengabdian pada masyarakat adalah sesuatu hal yang mutlak untuk dilaksanakan. Sayangnya sampai saat ini dharma kedua dan ketiga ini belum maksimal dilaksanakan oleh dosen khususnya lingkup Kopertis IX
Sulawesi.

“Padahal Jika ini dilakukan selain menjadi point bagi dosen dalam proses kenaikan pangkat dan golongan, juga berdampak ekonomi yang besar bagi  penelitinya. Bahkan secara kelembagaan memberikan pengaruh  positif terhadap  peningkatan akreditasi sebuah lembaga perguruan tinggi,” demikian Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih,MP saat membuka workshop penyusunan proposal peneltian dan pengabdian pada masyarakat kerjasama dengan Kemenristekdikti RI di Aula Kopertis IX, Selasa (17/10).

Workshop Kopertis Wilayah IX Sulawesi yang meliputi enam provinsi yakni Sulsel, Sulteng, Sulut, Sultra, Sulbar dan Gorontalo diakui dalam tiga tahun terakhir ini gencar dilaksanakan, bahkan  kegiatan penelitian para dosen terus meningkat.

“Kalau melihat dari sisi nilai, setahun yang lalu Kopertis IX Sulawesi hanya menerima dana penelitian dari Kemenristekdikti sebesar Rp15 miliar, sekarang ini Kopertis IX  telah menerima dana penelitian cukup besar sebesar Rp31 miliar. Itu artinya dibandingkan sebelumnya meningkat dua kalilipat, ” sebut  Andi Niartiningsih.

Guru besar Unhas ini menegaskna bahwa workshop penyusunan proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat tidak hanya sampai disini, tetapi sampai kepada penelitiannya yang nantinya diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya berharap perguruan tinggi tidak menjadi sebuah menara  gading atau institusi yang ditakuti atau diajuhi oleh masyarakat, tetapi hendaknya perguruan tinggi itu menjadi menara air. Jadi siapa saja yang lewat bisa meneguk airnya atau bisa memberikan kesejukan bagi lingkungan sekitarnya. Itulah seharusnya hakikat sebuah perguruan tinggi,”ujar Andi Niar.

Sementara Prof Dr Ir Didik Sulistyanto, berharap dengan kegiatan workshop  yang dilaksanakan  ini akan semakin banyak lagi dosen Kopertis IX yang melakukan penelitian maupun pengabdian pada masyarakat.

Prof Didik berjanji memberikan semua trik-trik sukses membuat proposal riset kemenristekdikti. Ada sekitar 50 trik-trik sukses membuat proposal penelitian siap dibagikan dalam workshop pembuatan proposal penelitian di Kopertis IX. “Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi dosen untuk lebih serius lagi melakukan penelitian,”tandasnya.

Dikatakan, selama ini  banyak  dosen hanya datang  di kampus untuk mengajar, namun kegiatan penelitian dan penabdian pada masyarakat kurang dioptimalkan. Padahal kalau dipahami, tidak ada dosen yang terkenal karena dia banyak mengajar di kelas. Tetapi yang membuat dosen terkenal adalak karena dia melakukan penelitian an pengabdian pada masyarakat.

Dia mencontohkan dirinya mencapai gelar doktor  dan profesor bukan karena dia banyak mengajar di kelas tetapi karena banyak melakukan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengadian pada masyarakat.

Workshop penyusunan proposal dan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan  di Kopertis IX Sulawesi juga dihadiri Sespel Dr Hawignyo, MM. Dengan pemateri Prof Dr Ir Didik Sulistyanto  dari Kemenristekdikti RI yang juga  sekaligus Rektor Universitas Budi Luhur Jakarta.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *