Angka Buta Aksara di Enam Provinsi Masih Tergolong Tinggi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat menghadiri Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu 8 September 2019 (foto biro humas pemprov sulsel)

RAKYATBERSATU.COM.- Angka buta aksara di wilayah timur Indonesia masih tergolong tinggi, persentasenya masih di atas empat persen.

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2018 masih ada enam provinsi di Indonesia dengan angka buta aksaranya lebih dari empat persen, yaitu Papua (22,88 persen), Nusa Tenggara Barat (7,51 persen), Nusa Tenggara Timur (5,24 persen), Sulawesi Barat (4,64 persen), Sulawesi Selatan (4,63 persen), dan Kalimantan Barat (4,21 persen).

Mendikbud Muhadjir saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Nasional 2019 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/9/2019) mengatakan mayoritas masyarakat buta aksara itu umumnya tinggal di perdesaan dan di kantong-kantong kemiskinan. Da lebih banya perempuan dan berusia di atas 45 tahun.

Mendikbud berharap ada upaya yang lebih maksimal memberantas buta aksara tersebut.
“Jika ke enam propinsi ini dapat memberantas buta aksara di daerahnya masing-masing, maka angka buta aksara Indonesia akan menurun secara signifikan,” tegas Muhadjir.

Perkenalkan Nilai Luhur
Sementara itu, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih atas ditunjuknya Makassar sebagai tuan rumah.

Sesuai tema, yaitu ragam budaya lokal dan literasi masyarakat, Gubernur Sulsel memperkenalkan salah satu nilai luhur yang lahir dari Sulsel. Yaitu sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi, yang memiliki arti saling memanusiakan, saling mengingatkan dan saling menghargai.

“Nilai ini diajarkan secara turun-temurun oleh orang tua kita untuk membentuk karakter kita bersama,” sebutnya.

Ia yakin, dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa menciptakan keharmonisan dan suasana yang kondusif di tengah-tengah masyarakat. Ini juga dapat diterapkan di era yang serba menggunakan teknologi. Misalnya dengan sosial media untuk menyebarkan berita yang baik dan termasuk dalam memerangi penyebaran berita hoaks.

“Inilah tantangan literasi pada abad 21 yang lebih dari kemampuan baca, tulis dan hitung. Literasi yang berdasar budaya luhur, saling menghargai, menyebarkan kebaikan dan kritis menerima setiap informasi yang kita terima,” ujarnya.

Mantan Bupati Bantaeng ini menyebut persoalan buta aksara merupakan masalah besar yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia, khususnya di Sulsel. Berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Provinsi Sulsel 2018 mencapai 70,90.

Berdasarkan peta daerah, IPM di Sulsel terbilang positif, karena sebagian sudah berstatus tinggi. Dari 24 kabupaten kota, tinggal 11 kabupaten dengan status sedang, tujuh daerah berstatus tinggi, yaitu Parepare, Palopo, Luwu Timur, Enrekang Pinrang, Sidrap, Barru, dan Kota Makassar satu-satunya berada di level sangat tinggi.

Gerakan literasi sekarang ini menjadi gerakan yang terus disosialisasikan pada setiap lapisan masyarakat. “Kegiatan literasi merupakan suatu bentuk hak dari setiap orang untuk belajar sepanjang hidupnya,” ujar Nurdin.

Memeriahkan kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar, menyelenggarakan berbagai kegiatan. Antara lain pameran produk unggulan PAUD dan Dikmas Festival Literasi Indonesia, evaluasi pelaksanaan saran dan kesetaraan pendidikan keaksaraan, komunitas adat terpencil dan khusus, bimbingan teknis pendidikan berkelanjutan, percepatan satuan pendidikan non-formal terakreditasi dan berbagai kegiatan lainnya.

Hadir juga dalam peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy, Bunda PAUD Sulsel Lies F Nurdin, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel dan Ketua PGRI Sulsel. (hms/rbc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *