BKKBN Mantapkan Integrasi Program Lintas Sektor di Kampung KB

 

RAKYATBERSATU.COM.- Dalam upaya penyelarasan persepsi dan informasi terhadap penyiapan dan pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dalam percepatan pencapaian target yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan Renstra BKKBN (Revisi), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Bidang (Kobid) program KKBPK tingkat nasional, tahun 2018 ini mengangkat tema : “Penguatan integrasi program lintas sektor di kampung KB”.

Pertemuan tingkat nasional yang mengangkat tema “Penguatan integrasi program lintas sektor di kampung KB” yang digelar di Grand Clarion Hotel & Convention, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan mulai 19-22 Februari 2018 tersebut bertujua memberikan pembekalan kepada pejabat administrator tingkat pusat maupun Provinsi mengenai upaya yang harus dilakukan dalam mendukung dan mensukseskan Program KKBPK.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pejabat administrator dapat memiliki komitmen dan kinerja terbaik dalam pelaksanaan Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah.

“Seorang Kepala Bidang harus memiliki semangat untuk kerja keras, kerja cerdas dan disiplin dalam melaksanakan kegiatan prioritas di lapangan. Mereka juga harus memiliki semangat gotong royong atau kerjasama baik dengan sesama pengelola program KKBPK maupun dengan para mitra kerja lainnya”, tegas, Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal saat membuka pertemuan tersebut,Senin (19/02/2018).

Nofrijal menegaskan bahwa pertemuan ini sebagai upaya memperkuat komitmen. “Setelah ini, kita harus intensifkan kerja dilapangan dan berada ditengah masyarakat,” tandasnya.

Dikatakan Nofrijal, bahwa hasil SDKI (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 ini menunjukan bahwa kita berhasil mencapai TFR (Total Fertility Rate) 2,4 yang selama ini stagnan di angka 2,6. “Ini merupakan hasil kerja keras kita semua, walaupun masih ada beberapa daerah yang masih harus menjadi perhatian kita, “ sebut Nofrijal.

Kapusdilat BKKBN Pusat saat mengunjungi Kampung KB di Kelurahan Maccini Sombala Makassar

Terkait pelaksnaan Pilkada, Nofrijal mengatakan BKKBN harus segera bergerak untuk dapat memberikan supply pengetahuan, pemahaman terkait kependudukan dan keluarga berencana bagi calon-calon Kepala daerah, setidaknya mereka paham mengerti program pengendalian penduduk dan keluarga berencana adalah industri hulu dari terbentuknya manusia yang berkualitas di Indonesia.

“Ini juga menjadi acuan dalam menuju sustainable development goals yang baik. Jadi pembangunan infrastruktur kalau gak dibarengi dengan pembangunan manusia akan tenggelam dan tidak bermanfaat bagi masyarakat, ” pungkas Nofrijal. (

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Firda dalam sambutannya mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa pelaksanaan program KKBPK dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota harus terjalin dengan baik sehingga bisa dirasakan diseluruh lapisan masyarakat.

“Bila sinergisitas dapat dibangun dengan baik maka dapat mengatasi persoalan-persoalan seperti capaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang masih rendah, tingginya angka drop out serta kualitas layanan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yang belum baik,” ungkap Firda.

Acara ini dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan  diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Provinsi Sulawesi Selatan, Muhamad Firdha, Sekretaris Utama Nofrijal, Deputi KBKR, Dwi Listyawardhani, Inspektur Utama Agus Sukiswo, Deputi KSPK M.Yani, Deputi Latbang, Rizal Damanik dan Pejabat Tinggi Pratama BKKBN serta 330 peserta dari pusat dan provinsi. (red/lo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *