Kabupaten Bone Terima Dana Bagi Hasil Rp 53,93 Miliar

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Bapenda Sulsel, Moh Hasan Sijaya SH MH, (tengah) ketika mewakili Kepala Bapenda Sulsel membuka Sosialisasi Pajak Daerah di Resto D’Kotak Watampone, Kabupaten Bone, Kamis (9/11/2017).

RAKYATBERSATU, Watampone – Kabupaten Bone masuk dalam kelompok empat besar penerima Dana Bagi Hasil (DBH) terbanyak dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan dibandingkan dengan kabupaten / kota lainnya.

Hingga September 2017, Kabupaten Bone sudah menerima DBH sebesar Rp 53.930.333.357. Dana tersebut, berasal dari bagi hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Rp 15.406.363.169, Pajak Kendaraan Bermotor Rp 11.048.220.022, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Rp 7.509.553.557, Pajak Air Permukaan Rp 54.341.292, dan Pajak Rokok sebesar Rp 19.911.855.317.

Hal itu terungkap pada Sosialisasi Pajak Daerah di Resto D’Kotak Watampone, Kabupaten Bone, Kamis (9/11/2017), yang dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Bapenda Sulsel, Moh Hasan Sijaya SH MH.

Sosialisasi diikuti 100-an peserta, terdiri dari aparat PNS Pemkab Bone, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Hadir pula Kepala UPT Pendapatan Wilayah Bone Nurlina SH MH, Kanit Regident Lantas Polres Bone Iptu Muh Tang SH, Kasi Pelayanan Bank Sulselbar Cabang Bone HA Mattorokang, dan Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Bone Alem Nofri Yoppi.

Hasan Sijaya dalam pemaparannya tentang Pajak dan Layanan Unggulan Samsat Sulawesi Selatan mengatakan, Bapenda Sulsel terus melakukan inovasi pelayanan untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak.

Layanan unggulan yang sudah direalisasikan menurut Hasan Sijaya adalah, Pelayanan Samsat Standart ISO 9001-2008, Samsat Link, Samsat Drive Thru, Samsat Delivery, Samsat Keliling, Samsat Care, Samsat Kedai, dan e-Samsat bekerjasama dengan Bank Sulselbar, SMS Info Pajak Kendaraan Bermotor, Info Pajak Kendaraan Bermotor via twitter, SMS Broadcast, Sistem Informasi Pajak Daerah (Sipada), Penagihan Door to Door, Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor, Layanan website bapendasulsel.web.id, dan Stiker Tanda Pajak Kendaraan.

Inovasi  layanan terbaru yang telah diluncurkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, beberapa hari lalu, adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem nontunai. Pembayaran nontunai tersebut bisa dilakukan oleh wajib pajak menggunakan ATM dan  kartu debit (kartu kredit) melalui mesin electronic data capture (EDC).

Layanan tersebut memudahkan masyarakat karena tidak perlu lagi antre dan menempuh jarak jauh ke kantor samsat untuk membayar pajak kendaraan. Cukup ke ATM  untuk membayar pajak kendaraan. Struk dari ATM tersebut kemudian dibawa ke kantor Samsat atau ke Samsat keliling untuk mendapatkan pengesahan di STNK. Struk harus dibawa ke Samsat paling lama tujuh hari setelah transaksi.

Inovasi pembayaran melalui kartu debit (kartu kredit) di mesin electronic data capture (EDC) dapat melayani semua pengguna kartu debit dari bank mana saja. Namun pembayaran via ATM untuk sementara waktu hanya melayani nasabah pengguna ATM Bank Sulsel.

“Nantinya kita akan menyempurnakan sistem pembayaran ini sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” kata Hasan Sijaya.(rus/r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *