Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan Timur, Butuh Dana Rp 466 Triliun

Presiden Jokowi didampingi Wapres HM Jusuf Kalla mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8) siang. (Foto: AGUNG/Humas)

RAKYATBERSATU.COM.- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan rencana perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya menurut Presiden, ibu kota baru negara Indonesia berada di sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara dan Sebagian Kabupaten Kutai Kartenagara.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota tersebut sudah dikaji secara mendalam selama tiga tahun terakhir ini.

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan diintensifkan dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara, dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Prov Kaltim,” kata Presiden Jokowi dalam konperensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8) siang.

Seperti dikutip dari setkab.go.id, Pemilihan lokasi di Kalimantan Timur itu didasari beberapa pertimbangan, yaitu: 1. Resiko bencana minimal (baik banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor; 2. Lokasi strategis (berada di tengah-tengah Indonesia), 3. Bedekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang (Balikpapan dan Samarinda). 4. Telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap. 5. Sudah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektar.

Presiden menyebut butuh dana Rp 466 triliun untuk membangun ibu kota negara ini. Dana yang digunakan nantinya dari APBN sebesar 19 persen. Sisanya diperoleh melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBBU), dan investasi langsung swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sedangkan ibu kota lama, Jakarta ungkap Presiden Jokowi tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

“Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan urban regeneration yang dianggarkan sebesar Rp571 triliun tetap terus dijalankan, dan pembahasannya sudah pada level teknis dan siap dieksekusi,” terang Presiden.

Diakui Presiden Jokowi pemindahan ibu kota negara ini memerlukan persetujuan DPR. Karena itu pagi tadi Presiden sudah berkirim surat kepada Ketua DPR dengan dilampiri hasil-hasil kajian mengenai ibu kota baru tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah akan segera mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) untuk selanjutnya disampaikan kepada DPR,” ujar Presiden Jokowi.

Saat mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota negara ini Presiden Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, Menteri PPN/Bappenas Bamban Brodjonegoro, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Kaltim Isran Noor, Gub DKI Jakarta Anies Baswedan. (hms/int)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *