Jelang Ramadhan KPPU Sidak Pasar Terong

Suasan sidah di Pasar Terong Makassar (foto Uka)
Suasana Sidak  harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar (foto Uka)

Makassar  (Rakyatbersatu.com) – Selalu seperti itu, apabila menjelang bulan puasa Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok rumah tangga di pasar jadi naik. Akibatnya, ibu-ibu rumah tangga menjadi repot mengatur keuangan rumah tangga.

Nah, untuk mencegah hal ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Daerah Makassar yang meliputi wilayah kerja Sulawesi, Maluku dan Papua, Selasa, 17 Mei 2016, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di
Pasar Terong, Kota Makassar. Tujuannya, untuk memantau harga-harga sembako, dan berusaha mencari penyebab terjadinya kenaikan harga.

Foto0212Mengapa di Pasar Terong? Seperti diketahui Pasar Terong merupakan pasar tradisional yang sejak dahulu kala merupakan pasar grosir yang ada di Makassar. Dari Pasar Terong, para pedagang membeli aneka barang
kebutuhan lalu menjualnya kembali di berbagai pasar tradisional yang ada hampir di setiap kecamatan di kota ini.

Ketua KPPU Makassar Ramli Simanjuntak memimpin langsung sidak ini bersama beberapa stafnya serta dibantu oleh staf dari Dinas Perindiustrian dan Perdagangan Kota Makassar. “Sidak ini dimaksudkan untuk menelusuri distribusi barang oleh pemasok, sehingga jika terjadi kenaikan harga dengan alasan kurangnya pasokan, maka kita bisa langsung mengetahui pemasoknya. Dan kalau itu ketahuan, langsung kita perkarakan,” kata Ramli dengan tegas.

Pihak KPPU tidak kesulitan mencari dan menemukan pemasok karena lembaga ini sudah mengantongi sejumlah nama pemasok besar, baik yang ada di Kota Makassar, maupun di luar kota bahkan di luar Provinsi Sulsel. “Jadi hati-hati. Para pedagang Saya minta untuk tidak main-main dengan harga karena kita sudah punya data dan siap
memperkarakan mereka jika terbukti mempermainkan harga,” kata Ramli.

Ramli mengungkapkan sidak kali ini perhatian difokuskan pada komoditi seperti; daging, ayam, cabe merah, bawang, dan gula. “Untuk pemasok ayam, sudah ada yang kita perkarakan karena ternyata setelah kita
selidiki ditemukan adanya dugaan kartel perdagangan ayam,” ungkap Ramli. Dia berharap dengan adanya pemantauan dan sidak ini maka jalur distribusi barang akan bisa lancar dan harganya wajar sampai ke tangan
konsumen.Foto0217

Dalam sidak kemarin, ternyata beberapa komoditas kebutuhan pokok rumah tangga mengalami kenaikan harga berkisar antara Rp2000 – Rp5000 dari harga sebelumnya yakni meliputi komoditi bawang merah Komoditi yang
ditemui KPPU yang mengalami kenaikan yakni bawang merah yang kini mencapai Rp46. 000 per kg sebelumnya Rp44.000 per kg. Catatan yang dimiliki Rakyatbersatu.com pada 29 April 2016 harga bawang merah hanya
Rp30.000 per kg. Dan, ayam potong Rp45.000 per ekor, sebelumnya Rp40.000 per ekor sedangkan cabe merah – yang sangat dibutuhkan untuk masakan kari – justru sedikit menurun dari harga sebelumnya Rp51.000
per kg turun menjadi Rp48.000 per kg.

Umumnya cabai merah yang dijual grosiran di  Pasar Terong didatangkan dari kabupaten Enrekang, Maros dan Gowa, bahkan Majene, Sulawesi Barat. Sedangkan bawang merah yang cukup berlimpah yang dijual di Jl.
Kubis, didatangkan dari Kabupaten Bantaeng. Bawang merah secara grosir dibungkus di dalam karung plastik seberat 50 kg. Dari sini, para pedagang menjual kembali bawang merah ini di pasar-pasar lain seperti
di Pasar Sambungjawa, Pasar Ikan dan Pasar Daya, yang tentu saja harga dinaikkan. (uka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *