Pemilik Kendaraan Bermotor Bisa Bayar Pajak Lebih Awal

RAKYATBERSATU.CO, WATANSOPPENG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menggelar sosialisasi pajak daerah di Kabupaten Soppeng, Rabu (14/2/2018). Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pelanggan samsat bahwa membayar pajak tepat waktu sangat penting.

Dalam sosialiasi yang berlangsung di di Hotel Grand Saota Watansoppeng, Soppeng itu, Bapenda Sulsel memperkenalkan layanan terbarunya yakni pelanggan samsat sudah bisa membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) enam bulan sebelum jatuh tempo.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pelaporan Darmayani,SH.,M.Si, ketika mewakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Drs H. Tautoto TR, M.Si, mengatakan, pelanggan samsat biasanya ada yang ingin membawa kendaraannya keluar Sulsel dalam waktu lama, sekarang mereka sudah dapat membayar PKB enam bulan sebelum jatuh tempo.

Selain Darmayani, sosialisasi yang diikuti seratusan palanggan samsat itu, hadir pula Anggota Komisi C DPRD Sulsel Henny Latief dan Kasat Lantas Polres Soppeng AKP Ahmad Jafar sebagai pemateri.

Dijelaskan pula, untuk membantu pengangkutan umum orang, Bapenda Sulawesi Selatan memberi keringanan pembayaran pajak. Tahun 2018, pengangkutan umum orang hanya membayar pajak sebesar 30 persen. Sedang yang 70 persennya, disubsidi oleh pemerintah.

“Insentif PKB dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum orang ditetapkan sebesar 70 persen dari dasar pengenaan PKB. Sementara insentif PKB dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum barang ditetapkan sebesar 50 persen dari dasar pengenaan PKB,” kata Darmayani di depan peserta sosialisasi yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM, pimpinan diler kendaraan bermotor, serta unsur dari kelurahan.

Selain Darmayani, sosialisasi yang diikuti seratusan palanggan samsat itu, hadir pula Anggota Komisi C DPRD Sulsel Henny Latief dan Kasat Lantas Polres Soppeng AKP Ahmad Jafar sebagai pemateri.

Darmayani yang didampingi Kepala UPT Pendapatan Wilayah Soppeng, Florenswaty Mekka SE, M.Si, menjelaskan, insentif hanya diberikan kepada kendaraan angkutan umum yang berbadan hukum, memiliki izin trayek, memiliki buku uji kendaraan, serta memiliki surat izin tempat usaha/ surat izin usaha perdagangan (SITU/SIUP) yang bergerak di bidang angkutan umum.

Yani, sapaan akrab Darmayani, mengimbau warga Soppeng agar taat membayar pajak kendaraan bermotor, karena manfaat pajak yang dibayarkan oleh pelanggan samsat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan berbagai saranna dan prasarana.

Dalam sosialisasi itu, terungkap juga jika pemerintah Kabupaten Soppeng menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari Bapenda Provinsi Sulsel sebesar Rp 40,5 miliar lebih. Dana tersebut merupakan hak pemerintah kabupaten dari lima jenis pajak daerah yang dipungut melalui Unit Pelaksana Teknis Pendapatan (UPTP) Wilayah Soppeng pada tahun 2017.

Untuk memudahkan pelanggan samsat membayar pajak kendaraan bermotornya, Bapenda Sulsel telah melakukan banyak terobosan, sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu.

Terobosan yang dilakukan Bapenda Sulsel untuk memanjakan pelanggan samsat adalah samsat keliling, samsat delivery, pelayanan e-samsat di Bank Sulselbar, info pajak via sms dan twitter, penagihan door to door, dan sejumlah layanan lainnya.

Melalui Perda No 8 tahun 2017, tentang perubahan atas peraturan daerah No 10 tahun 2010, tentang pajak daerah yang berlaku efektif per 1 Januari 2018, Bapenda Sulsel memberikan insentif bea balik nama kendaraan baru (BBNKB) sebesar 20 persen untuk pembelian kendaraan baru. Dengan pemberian subsidi ini, BBNKB di Sulsel menjadi 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

Kemudahan lain yang diberikan adalah pajak progresif kendaraan bermotor diturunkan. Sebelumnya pajak progresif kendaraan kedua sebesar 2,5 persen kini turun menjadi 2 persen, pajak progresif kendaraan ketiga yang sebelumnya 3,5 persen sekarang menjadi 2,25 persen. Sedang pajak progresif kendaraan keempat yang sebelumnya sebesar 4,5 persen, turun menjadi 2,5 persen. Pajak kendaraan kelima dan seterusnya yang dulu sebesar 5,5 persen, ditunkan menjadi 2,75 persen.(rbc/r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *