Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Sulsel 2016 Lampaui Target

Suasana Sosialisasi Pajak Daerah, di Bugis Room Hotel Novena yang dibuka oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan, Drs Tautoto TR Msi, Senin (20/3/2017). Sosialisasi dihadiri pula Anggota Komisi C Bidang Keuangan dan Pendapatan DPRD Sulsel,  Rusni Kasman sebagai peninjau.

Rakyatbersatu.com.-Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Drs Tautoto TR MSi, mengungkapkan realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2016 sebesar Rp 1,02 triliun, atau mencapai 102,08 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Tautoto ketika membuka Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Tautoto TR, ketika membuka Sosialisasi Pajak Daerah, di Bugis Room Hotel Novena, Bone, Minggu (19/3/2017).

“Saya sangat yakin hal ini bisa dicapai jika masyarakat melaksanakan pembayaran kewajiban perpajakannya tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku”, kata Tautoto.

APBD tahun 2017, kata Tautoto, telah ditetapkan sebesar Rp 8.9 Trilyun. PAD juga ditetapkan sebesar Rp 3,7 Trilyun. Begtiu Pajak Daerah sebesar Rp 3,3 Trilyun, dimana kontribusi Pajak Daerah terhadap APBD sebesar 37,23 persen dan kontribusi terhadap PAD sebesar 88,99 persen.

Khusus untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Bone, kata Tautoto, ditergetkan menghimpun pajak daerah tahun anggaran 2017 sebesar Rp 94,43 miliar yang terdiri dari pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 49,55 miliar, Bea Balik Nama (BBN)  Rp 43,32 miliar, pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan Rp 17,33 miliar, retribusi pemakaian kekayaan daerah sebesar Rp 3,12 miliar, dan pendapatan denda pajak PKB dan BBN-KB sebesar Rp 1,541.

Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulsel, kata Tautoto, adalah instansi yang bertanggung jawab dalam hal penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Perencanaan Pendapatan Daerah, Pajak Daerah, Retribusi dan Pendapatan Daerah Lainnya, serta pengendalian dan pembinaan berdasarkan Asas Desentralisasi.

“Saya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terimakasih atas pembayaran Pajak yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2016 dimana Realisasi Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp 47.982.099.692 dari yang direncanakan sebesar Rp 45.688.700.000. Atau 105,02 persen, dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebesar Rp 40.809.918.500 dari yang direncanakan sebesar Rp 40.956.500.000, atau 99,64 persen.

Dikatakan, pembayaran pajak daerah mendukung kesinambungan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan mewujudkan Visi Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 yaitu “Sulawesi Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan pada Tahun 2018 sehingga dengan pajak kita bias membangun Provinsi Sulawesi Selatan karena Pajak Anda ciri kepedulian membangun Daerah.

Sosialisasi  ini sangat penting dan selalu dilaksanakan setiap tahun, hal ini untuk memberikan pemahaman yang sama kepada wajib pajak, mengenai ketentuan-ketentuan Pajak Daerah apalagi dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, tentu ada hal-hal yang kurang dipahami dan perlu penjelasan lebih gamblang menyangkut Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Sosialisasi Pajak ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga adanya persamaan persepsi diantara wajib pajak dan petugas pajak, antara lain yang menyangkut hak dan kewajiban serta konsekuensi yuridis maupun administrasi jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku, dan aparat pemungut pajak dalam melaksanakan tugasnya khususnya yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat Wajib Pajak dapat dijalankan sesuai tuntutan wajib pajak yang dilayani, serta bertindak professional dalam mengamankan keuangan daerah yang sejalan dengan prinsip Good Governance dan akuntabel.

Program   Inovasi   Pelayanan Publik yang ada pada UPT Pendapatan Wilayah Bone yakni Pelayanan Gerai Samsat dan Samsat Keliling di enam kecamatan, melayani   masyarakat  wajib  pajak setiap hari Senin sampai Jum’at  sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Saya berharap, setelah Acara Sosialisasi untuk masa-masa yang akan datang tidak ada lagi keluhan dari masyarakat wajib pajak tentang buruknya kinerja pelayanan. Jangan sampai orang mau membayar pajak dipersulit dan kepada masyarakat wajib pajak yang saya sebut sebagai pahlawan pembangunan agar melaksanakan kewajiban perpajakannya benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena jika hal ini tidak dipenuhi tentu akan menanggung sendiri konsekuensi yuridisnya dan kenyamanan masyarakat untuk berusaha menjadi terganggu,” kata Tautoto.(mar/rus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *