Penyaringan Rektor Unhas: Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu Tak Tertandingi

Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A (foto M.Dahlan Abubakar)

RAKYATBERSATU.COM.- Seperti sudah diprediksi sebelumnya, rektor petahana Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. tidak tertandingi dalam penyaringan bakal calon (balon) Rektor Universitas Hasanuddin periode 2018-2022.

Dalam penyaringan ‘balon’ yang dihelat dalam Sidang Paripurna Senat Akademik (SA) Unhas di Baruga Andi Pangerang Petta Rani Kampus Tamalanrea, Rabu (24/1/2018), Dwia yang karip disapa Tina itu menyabet 79 suara dari 82 anggota Senat Akademik Unhas yang memilih.

Ada 4 anggota Senat Akademik Unhas yang absen dalam penyaringan dan pemungutan suara ‘balon’ Rektor Unhas ini. (Foto pasca terpilih sebagai Rektor Unhas periode pertama dan tahun kedua menjabat rektor).

Aula Baruga Andi Pangerang Petta Rani padat dengan undangan. Selain anggota Senat Akademik, juga hadir para pimpinan fakultas, para dosen, pegawai, dan juga mahasiswa. Mereka ingin menyaksikan suasana penyaringan bakal calon pemimpin universitas yang dihelat sekali empat tahun ini. Hanya saja, tepat pada saat diskusi acara penyampaian visi dan misi, sudah banyak pegawai yang meninggalkan baruga.

Mereka berjalan ke luar sembari mampi menjemput makanan ringan yang sudah disediakan. Yang praktis ikut acara pemungutan suara hingga akhir hanyalah para anggota senat akademik dan mereka yang sangat ingin mengetahui hasil pemilihan kandidat ini bersama sejumlah wartawan.

Hasil pemungutan, tiga suara dibagi sama rata – masing-masing satu suara — oleh tiga calon dari Unhas, yakni Prof.Dr.Ir. Abrar Saleng, S.H., M.H. (Nomor 1), Prof. Dr.Muhammad Yunus Zain, M.A. (No.3), dan Dr.Ir,Ramli AT, (No.4). Mudah ditebak, ketiganya memperoleh suara dari dan atas nama dirinya sendiri. Ikram Idrus yang bukan anggota Senat Akademik dan dari Kopertis IX jelas mengantongi suara nihil.

Ketua SA Unhas Prof.Dr.H.M.Tahir Kasnawi, SU didampingi Sekretaris SA Prof.Dr.Ir.Moh.Restu, M.A. membuka acara penyaringan dan pemungutan suara tersebut. Pada pagi hari, kelima bakal calon rector menyampaikan visi misinya di depan tiga panelis: Prof.Dr.Djoko Santoso, Dr.Ir.Radi A.Gany, dan Prof.Dr.Dadang Achmad Suriamiharja. Dipandu Prof.Dr.dr.Nurpudji Astuti Taslim, MPH, para bakal calon tampil berturut-turut berdasarkan nomor urut, (1) Abrar Saleng, (FH Unhas), (2), Dr.Muhammad Ikram Idrus, M.Si. (Kopertis IX), (3),Muhammad Yunus Zain, (4) Ramli AT, dan (5) Dwia Aries Tina Pulubuhu.

‘’Saya agak grogi karena ada Prof.Djoko Santoso yang dulu ketika saya pertama maju jadi rektor juga hadir,’’ kata Dwia saat menjawab pertanyaan mantan Dirjen Dikti Kemendiknas tersebut.

Hingga suara ke-44
Acara pemungutan suara dibuka resmi Ketua SA Tahir Kasnawi yang sebelum menyerahkan tugas menjelaskan tata cara pemilihan kepada Prof.Imran, selaku Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja), terlebih dahulu menyilakan Sekretaris SA Moh.Restu menjelaskan posisi kehadiran para anggota SA.

Imran menjelaskan, kertas yang digunakan dalam pemilihan putaran pertama berwarna pink dan jika diperlukan (ternyata diperlukan) putaran kedua menggunakan kertas warna biru muda, Setiap senator memilih salah satu kota di bawah tanda gambar yang akan dicontreng setelah itu dilipat dan dimasukkan ke dalam kotak kaca. Centangan yang di luar kotak dinyatakan batal.
Penghitungan suara menggunakan cara manual dan dengan menggunakan komputer.

‘’Sesuai daftar hadir, 82 anggota SA hadir, 4 orang absen,’’ Moh.Restu, mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas secara sangat singkat melaporkan.

Saat lonceng menunjuk pukul 14.15 Wita, acara diambilalih Dr.Andi Tenri Pamauri S.H., M.H. dan Andi Makkarennu, S.Hut, Ph.D. yang bertindak sebagai pemandu acara sekaligus mengundang para anggota SA memberikan suaranya satu demi satu.

Ketua SA Tahir Kasnawi mengawali pemberian suara, diakhiri Dr.Ariyanti Saleh bertepatan dengan jam menunjuk pukul 15.00.

Sekretaris Unhas Prof.Dr.Ir.Nasaruddin Salam, M.T. didampingi mantan Wakil Dekan FKG Dr.drg.Andi Sumidarti, M.Kes. didaulat sebagai saksi penghitungan suara sekaligus yang mengumumkan nama yang dicontreng para anggota SA. Sebelum penghitungan perolehan suara tiap bakal calon, Nasaruddin Salam mengajak menyaksikan jumlah surat suara yang masuk ke kotak. Ternyata sesuai dengan jumlah yang hadir, 82 lembar kertas suara.

Nama Dwia, tampil sebagai peraih suara pertama hingga urutan suara ke-44. Abrar Saleng mengantongi satu suara pada penarikan kerta suara ke-45. Dwia kembali mengambilalih perolehan suara hingga terhenti pada lembar ke-55, sebab Muhammad Yunus ‘’menyalip’’ untuk meraih satu suara pada lembar ke-56 yang ditarik. Nasaruddin Salam dan Andi Sumidarti silih berganti menyebut nama perempuan kelahiran Tanjung Karang Lampung 19 April 1964 ini hingga lembar ke-75, sebab pada lembar ke-76 Abrar Saleng ‘’menginterupsi’’ suara petahana dengan merebut satu suara.

Selepas itu, hingga hitungan ke-79 ibu tiga anak dan nenek dua cucu ini unggul mutlak menyisakan Muhammad Ikram Idrus yang tidak mengantongi satu pun suara.

Maha guru yang menyampaikan orasi penerimaan jabatan guru besarnya 11 Desember 2013 dan Istri H.M.Natsir Kalla, S.E., M.M. ini, jauh-jauh hari sudah diprediksi bakal bertahan di posisi puncak pemilihan nakhoda Unhas yang sudah pakai BH (Badan Hukum) ini.

Pengalaman dua periode dipercaya Prof.Dr.dr.Idrus A Paturusi (Rektor Unhas periode 2006-2010 dan 2010-2014) sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Kerja Sama menjadi modal awal lulusan magister Sosiologi Ateneo de Manila University, Manila 1995 ini, memimpin Unhas pada periode pertama. Modal empat tahun yang dijalaninya pun menjadi pendukung utama lulusan doktor Unhas 2005 ini membawa almamater menggaet kemajuan empat tahun ke depan.

Putaran II
Putaran kedua pemilihan terpaksa dilakukan, karena tiga bakal calon dari Unhas sama-sama mengantongi satu suara. Pemilihan tahap kedua diikuti kontestan nomor 1,3, dan 4. Tidak ada basa-basi segala pada putaran kedua ini. Andi Tenri dan duetnya langsung mengundang para anggota SA memberikan suara kedua kalinya dengan menggunakan kertas biru muda.

Setelah saling kejar perolehan suara antara Abrar Saleng dan Muhammad Yunus, sementara Ramli AT tidak terkejar, akhirnya pada pukul 15.45 pemungutan suara putaran kedua pun tuntas.

Hasilnya: Muh.Ramli AT 37 suara, Abrar Saleng 23 suara, dan Muhammad Yunus 16 suara. Dua suara dinyatakan abstain (tidak memilih). Muh.Ramli AT dan Abrar Saleng mendampingi Dwia maju ke gelanggang kontestasi pemilihan yang dilaksnakan oleh Majelis Wali Amanah (MWA) dalam waktu tidak lama setelah penjaringan.

Penyampaian visi misi dan penyaringan bakal calon rektor Unhas kali ini berlangsung dalam suasana demokratis yang sangat menyejukkan. Penyampaian visi misi dan tanggapan para kandidat pun mencerminkan keadaban dalam pemilihan pemimpin kampus, yang tentu saja jauh bumi dan langit dengan kontestasi pemilihan kepala daerah.

Radi A.Gany, Rektor Unhas dua periode (1997-2001 dan 2001-2006) sempat membuat geer.. undangan tatkala diundang memberikan pertanyaan kepada para kandidat. Radi ‘’memprotes’’ ketika namanya diembel-embeli jabatan profesor.

‘’Saya ini tidak berhak lagi menggunakan jabatan profesor setelah pensiun tujuh tahun lalu. Boleh saja pakai profesor asal saya mmengusulkannya.
Tetapi, kalau saya sendiri mengusulkan.. apa kata dunia,’’ kunci Radi – seperti biasa – membuat khalayak yang mendengarnya terkekeh-kekeh, meski ucapannya itu adalah sebuah satire. (mda).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *