Mulai Hari Ini, Dilarang Merokok di Kampus Unismuh Makassar

Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM menandatangani pakta integritas larangan merokok di dalam kampus Unismuh Makassar, Sabtu (13/5/2017).Foto Nasrullah—

RAKYATBERSATU.- Larangan merokok di Kampus Unismuh Makassar diberlakukan. Pencanangan larangan merokok ini berlaku saat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah , Dr  Anwar Saleh yang juga Sekjen Majelis Ulama Indonesia, melaunching larangan merokok bagi dosen, karyawan, mahasiswa serta securitydi Pelataran Kampus Unismuh, Sabtu (13/5/2017).

Launcing ini juga disaksikan Pimpinan Pusat didampingi PWM Sulsel, Prof Dr Ambo Asse, M.Ag, Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, Ketua BPH Dr Ir  H Muh. Syaiful Saleh, M.Si dan para wakil rektor, dekan dan para wakil dekan.

Rektor Unismuh Makassar, mengatakan,  launching larangan merokok ini sudah lama diwacanakan bersama dengan Ketua BPH  Dr Ir  H Muh. Syaiul Saleh, M.Si namun baru kesempatan ini bisa diwujudkan.

Menurut  Rahman Rahim,  larangan merokok di kampus Unismuh   untuk menindaklanjuti  fatwa  Majelis Tarjih  dan Tajdid  Pimpinan Pusat Muhammadiyah  No.6/SM//MTT/III/2010 tentang hukum merokok.

Dalam acara launching larangan merokok di kampus, ditandai dengan penandatangan pakta integritas yang dimulai dari  PWM Sulsel, rektor, BPH wakil rektor, dekan, wakil dekan, dosen, karyawan serta mahasiswa. Juga pemasangan rompi bagi satgas bebas rokok di dalam kampus.

Pimpinan  Pusat Muhammadiyah, Dr Anwar Saleh,  sangat mendukung larangan merokok bagi seluruh dosen, karyawan termasuk security dan mahasiswa untuk tidak merokok baik dilingkup kampus maupun di luar kampus.

Meskipun katanyan ini sudah ada larangan merokok di dalam kampus, tetapi masih tetap perlu diawasi. “Manusia kan banyak akalnya, bisa saja karena ini larangannya dalam kampus, maka dia bisa saja sembunyi merokok di toilet. Siapa yang bisa memantau kalau mereka merokok di toilet. Kan CCTV tidak boleh dipasang i dalam toilet,”tandasnya Anwar bercanda.

Karena itu, PP Muhammaddiyah minta kepada rektor maupun BPH  untuk dibuatkan instrumennya atau alat deteksi, agar larangan ini bisa berjalan efektif. “Perlu ada instrumen yang bisa mendeteksi kalau ada orang yang merokok. Misal,  kalau ada yang merokok  instrmennya bunyi, seperti merokok di toilet air muncrat keluar membasahi pelakuknya dan sebagainya. Jadi kalau bisa dibuatkan alat deteksinya itu bisa lebih efektif,”ujarnya.

Pimpinan Wilayan Muhammadiyah Sulsel, Prof  Dr H Ambo Asse, juga sangat mendukung langkah Unismuh  melarang merokok dalam kampus  seluruh civitas akacemika, termasuk security. Ambo Asse, berharap Unismuh Makassar bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi muhammadiyah se Sulsel.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *