Prof Jasruddin Amati PTS Bermasalah, Ini Kesimpulannya

Koordnator Kopertis IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin, M.Si didampingi Ketua STIKPER Gunung Sari, Dr Pius Nalang, M.Kesdan Ketua Yayasan Pendidikan Gunung Sari, H SyamsuAlam, BA, padaacarawisuda STIKPER Gunung Sari
Makassar, Sabtu (17/2/2018). -Nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.- Setelah kurang lebih dua bulan Prof Jasruddin menjabat sebagai Koordinator Kopertis IX Sulawesi, telah berhasil mengamati sejumlah perguang tinggi swasta lingkup Kopertis IX yang bermasalah, rupanya 90 persen adalah perguruan tinggi yang pernah jaya.

“Penyebabnya adalah uang,”ujar Prof Jas ketika menghadiri acara wisuda program studi S1 Keperawatan dan D3 Keperawatan STIKPER Gunung Sari, Sabtu (17/2/2018).

Dikatakan hampir semua PTS lingkup Kopertis IX Sulawesi yang bermasalah, setelah pindah ke generasi kedua dan seterusnya. Dan ketika masih pendirinya hidup, perguruan tinggi tersebut maju dan berkembang. Dan bahkan PTS tersebut pertahunnya mendapatkan pemasukansekitar Rp92 M per tahun, dan setelah bermasalah hanya berkisar 10 – 15 miliar rupiah per tahun.

Karenanya dengan phenomena yan banyak dialami oleh kampus PTS, maka Koordinator Kopertis IX Sulawesi, Prof Jasruddin, sangat menghargai pandangan Ketua Yayasan Pendidikan Gunung Sari, H Syamsu Alam, BA, bahwa, jika ada uang yang diperoleh lebih dari kebutuhan, maka uangnya akan dipakai untuk pengembangan kampus.

Dan ini diabuktikan, telah membelilahan kurang lebih 2 ha di Pattalassang untuk pengembangan kampus, melebarkan pembangunan kampus dengan membangun sebuah klinik dan pondokan/asrama mahasiswa.

Dan berita baiknya lagi, lanjut Prof Jas, asrama yang dibangun ini digratiskan bagi mahasiswa. Selain itu yayasan juga sudah mempersiapkan SDM yang lebih baik, buktinya beberapa dosen disekolahkan untuk program doctoral.

Dalam kesempatan ini, Prof Jasruddin, juga menyampaikan kepada perguruan tinggi lingkup Kopertis IX Sulawesi, bahwa jika ada PTS yang mengusulkan mahasiswanya untuk diwisuda. Misalnya, 300 yang diusulahanya 200 yang tidak bermasalah alias yang lolos. Koordinator minta jangan dipaksakan 300 yang diwisuda, namun yang 200 saja yang diwisuda dan sisanya nanti menyusul ketika sudah tidak bermasalah.

“Kalau ada masalah tunda dulu, nanti semuanya tuntas masalahnya baru diwisuda.Kalau masih bermasalah lalu dipaksakan wisuda, sudah pasti akan bermasalah ijazahnya dikemudian hari,”kunci Prof Jas.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *