Prof Margianti: Pendidikan Jarak Jauh Ganggu Keseimbangan PT di Daerah

Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Sulawesi, Dr Hawignyo mendampingi Rektor Gunadarma Jakarta, Prof Dr  E.S Margianti, SE,MM diacara talkshow  pamaeran perguruan tinggi ke-11 di CCC, Selasa 6 Februari 2018.-foto nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.-Rektor Universitas Gunadarma Jakarta, Prof Dr E.S Margianti, SE,MM, mengatakan, program pendidikan jarak jauh (PJJ) telah menimbulkan keprihatinan bagi banyak perguruan tinggi yang ada di daerah.

Prof Margianti juga merasa khawatir dengan PJJ ini. Menurutnya dengan PJJ ini bisa mengganggu keseimbangan perguruan tinggi (PT) yang ada di daerah.

“Perguruan tinggi yang ada didaerah yang hanya biasa-biasa saja kemajuannya, bisa tersisihkan dengan kehadiran perguruan tinggi yang melaksanakan PJJ ini,”ujar Margianti.

Prof Margianti menyampaikan ini, saat tampil menjadi narasumber dalam acara talkshow di acara pembukaan Sulawesi Education and Techno Expo 2018, di Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Selasa 6 Februari 2018.

Dalam acara talkshow, Prof Margianti dipandu oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Sulawesi, Dr Hawignyo, MM.

Talkshow yang bertajuk ‘Era Disruption Innovation’, Margianti mengatakan, di era dengan kemajuan IT yang luar biasa saat ini tidak ada seorang pun yang bisa jalan sendiri secara berkesinambungan.

Dibutuhkan kemampuan dalam berbicara, berorganisasi, serta kemampuan dalam membangun jaringan. Dan ini syarat untuk dapat berkomunikasi dengan baik di era disruption ini.

Kepala Biro Umun, Keuangan dan Kerjasama Unasman, Solihin Azis, dalam menanggapi program PJJ, pihaknya tidak terlalu mendukung program PJJ ini. Dia bisa melihat dampak dari PJJ ini bisa mengganggu keseimbangan perguruan tinggi yang ada di daerah.

Dia mengambil contoh, jika Universitas Gunadarma telah melaksanakan program PJJ di daerah pasti mereka lebih unggul dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di daerah, karena ketersediaan SDM yang lebih baik serta syarat lainnya yang lebih mendukung. Karenanya dia lebih sependapat jika hanya dilakukan pendampingan dengan perguruan tinggi yang ada di daerah.

Sebenarnya kata Prof Margianti, Universitas Gunadarma sejak lima tahun yang lalu sudah mendapat hibah dari pemerintah untuk melaksanakan PJJ, namun karena pertimbangan ini bisa mengganggu keseimbangan maka sampai saat ini PJJ belum dilaksanakan.

Sebenarnya prodi bisa melaksanakan PJJ sepanjang sudah memenuhi persyaratan, termasuk akreditasinya A, memiliki sumber daya dosen yang cukup memadai dan juga sudah memenuhi syarat-syarat lainnya.

Terlepas dari itu Rektor Univrsitas Gunadarma, Prof Dr E.S Margianti, SE,MM, juga mengatakan, agar perguruan tinggi saat ini bisa bersaing, maka harus ada kekuatan internal yang dibangun, yakni dengan memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

SPMI ini adalah suatu kegiatan yang diinisiasi oleh perguruan tinggi bersangkutan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Sekarang ini lulusan perguruan tinggi tidak cukup dengan ijazah, tetapi dia juga harus mendapatkan sertifikat kompetensi yang diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Jadi lulusan perguruan tinggi selain mendaptkan ijazah, juga mendapatkan transkrip nilai, sertifikat kompetensi serta surat keterangan pendampingan ijazah,”ujar Prof Margianti.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *