Ribuan Mahasiswa dan Dosen Kopertis IX Deklarasi Anti Narkoba


RAKYATBERSATU.- Ribuan dosen dan mahasiswa dari kampus Perguruan Tinggi  Swasta (PTS), dibawah koordinasi Kopertis Wilayah IX Sulawesi  menyebar di Makassar dan sekitarnya,Senin (13/11/2017)mendeklarasikan anti narkoba di halaman Growth Centre Kopertis IX Jl. Perintis Kemerdekaan  Makassar.

Deklarasi yang mengusung tema, Berantas Narkoba Meraih Prestasi turut dihadiriMenristekdikti RI yang diwakili Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof . Dr. Rina Indiastuti, SE, M.SIE, Kepala Badan Narkotika Nasional diwakili Kepala BNN
Provinsi Sulsel, Brigjen.Pol. Drs. Mardi Rukmanto, SH.

Selain itu juga hadir selaku pelaksana, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Ir Andi Niartiningsih, MP serta Sekpel Kopertis IX Sulawesi, Dr. Hawignyo, MM. Direktur Growth Centre Kopertis IX, H. Syahruddin, SE, MM.Sedangkan Pembawa orasi, Rektor UKIP Makassar, Dr.Ir. Josefine Ernestine Latupeirissa, MT; Ketua STIE Amkop, Bachtiar Maddatuang, SE, M.Si,  Direktur Polinas LP3I Makassar,  M.Abduh Idris, S.IKOM, MM. Direktur Atro Muhammdiyah Makassar,  dr. H. Rusman Achmad, M.Kes.

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Andi Niartiningih dalam sambutannya menekankan jika peredaran`dan penggunaan narkotika
dan obat terlarang lainnya semakin memprihatinkan.Keprihatinan akan bahaya narkotika yang bukan hanya di kota tetapi malah sudah sampai di pelosok desa. Karena kenyataan itu,  sehingga jajaran Kopertis IX terpanggil melindungi civitas akademika kampus dari ancaman sangat membahayakan bagi kelangsungan generasi bangsa  ke depan.

Kegiatan deklarasi tidak hanya berhenti sebatas hari ini, tetapi ke depan diharap seluruh kampus PTS sebanyak 369 PTS se-Sulawesi segera membentuk Satgas Anti Narkoba.

Kepala BNN Provinsi Sulsel, Mardi Rukmanto dalam sambutannya, merespon positif rencana kampus di Kopertis IX Sulawesi akan membentuk Satgas Anti Narkoba.Data terakhir di Sulsel kasus penyalahgunaan  nakoba jumahnya mencapai 138 ribu , tetapi yang mampu ditangani secara hukum baru 1621 pada tahun 2016.

“Kegiatan  deklarasi dan orasi hari ini bukan hnya sebatas itu, tetapi yang dibutuhkan adalah inplementasi,” tandas Mardi.

Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof . Dr. Rina Indiastuti, SE, M.SIE pada sambutan tertulis Menristekdikti yang
dibacakan dia mengatakan, pencegahan narkoba di kampus dapat dilakukan dengan terus mengembangkan keskolaran dan kreatifitas.

Selain itu juga dengan kegiatan kemahasiswaan yang komprehensif, kegiatan entrepreneurial, termasuk pengembangan kurikulum dan capaian pembelajaran melalui general education.

Dosen Universitas Muslim Maros (UMMA), Dr. H. Syahrir, SE, MM menegaskan kampusnya mengirim seratusan mahasiswa  untuk ikut
deklarasi anti narkoba. Kehadiran utusan mahasiswa itu,  semakin mendapatkan pemahaman akan bahaya narkoba.

Hal sama juga ditegaskan Wakil Rektor III Universitas Sawerigading Makassar, Dr. Amran Syahruddin, M.Hum, MM, kampus ini mengutus puluhan mahasiswa dan dosen. Soal satgas anti narkoba, di kampus ini sudah terbentuk satgas LANHA (Lembaga Anti
Narkoba dan HIV AIDS) Unsa  Makassar. Lembaga ini cukup aktif melakukan penyuluhan dan penyadaran bukan hanya di kalangan
civitas akademika, tetapi juga di kalangan masyarakat, ungkap  doktor administrasi publik PPs-UNM ini. (yahya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *