Sang Pemblokir Bandara Turelelo Ditangkap KPK

 Marianus Sae (ist)

RAKYATBERSATU.COM.- Pada 21 Desember 2013 silam, nama Marianus Sae pernah menggegerkan dunia penerbangan di Indonesia. Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur ini dengan sangat berani memblokir Bandara Turelelo.

Tindakan Marianus itu bertentangan dengan Pasal 210 UU 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Namun hanya dengan meminta maaf kepada penumpang dan mengakui keselahannya Marianus lolos dari jeratan hukum.

Dan yang terbaru dari sosok kontroversial ini datang dari gedung KPK. Dikabarkan Marianus tertangkap tangan oleh tim KPK.

Bupati Ngada Marianus Sae diduga menerima suap berupa fee proyek Rp4,1 miliar dari kontraktor.Sebagian pemberian itu dilakukan secara tunai.

Uang sebanyak itu bersumber dari Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu pemenang tender proyek besar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

“Total uang baik yang ditransfer maupun diserahkan cash oleh WIU kepada MSA sekitar Rp4,1 miliar,” kata Basaria kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Pertama, Marianus menerima suap Rp1,5 miliar pada November 2017 secara tunai di Jakarta. Kemudian Rp2 miliar diberikan lewat transfer bank pada Desember 2017.

Selanjutnya pada 16 Januari 2018, Marianus merima lagi Rp400 juta dari Wilhelmus yang diserahkan di rumah jabatan bupati. Terakhir, Marianus kembali menerima Rp200 juta juga di rumah jabatan bupati. Suap itu diduga untuk memuluskan Wilhelmus mengerjakan sejumlah proyek besar di Ngada.

Tahun ini, ada sejumlah proyek raksasa di Ngada. Total anggarannya Rp54 miliar. Proyek tersebut terdiri atas pembangunan jalan Poma Boras senilai Rp5 miliar, jembatan Boawae Rp3 miliar, jalan ruas Ranamoeteni Rp20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp14 miliar, ruas jalan Tadawaebella senilai Rp5 miliar, ruas jalan Emerewaibella Rp5 miliar, dan ruas jalan Warbetutarawaja Rp2 miliar.

Dalam kasus ini, Marianus dan Wilhelmus langsung ditetapkan sebagai tersangka. Wilhelmus dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara Marianus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(rbc/int)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *