SBY: Saya Difitnah Bertubi-tubi

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (ist).

RAKYATBERSATU.COM.-Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya tengah menghadapi fitnah bertubi-tubi. Fitnah itu dimulai dari pernyataan kontroversial mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyebut dirinya terlibat kasus pembunuhan yang kemudian Antasari Azhar dipenjarakan.

Kemudian fitnah terbaru datang dari kasus korupsi proyek KTP elektronik, yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus itu.

Karena semua tuduhan itu tidak berdasar maka SBY melakukan langkah hukum, dan itu diiungkapkannya saat memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Untuk menangkis fitnah-fitnah, SBY melaporkan pengacara Setya Novanto, yakni Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. “This is my war. Biarkan saya menempuh jalan saya sendiri. Saya minta doa dari para kader Demokrat untuk jihad saya,” tutur SBY.

SBY menyebut tuduhan keterlibatan proyek KTP elektronik yang dialamatkan kepadanya bertujuan untuk merusak citra dirinya dan Partai Demokrat.Karena itu SBY ingin melakoni “perang” untuk membela keadilan itu sendirian.

“Tapi biar saya sendiri yang datang ke Bareskrim, dan saya hanya ingin didampingi ibu Ani istri tercinta. Dia yang mendampingi saya selama suka dan duka, dan beberapa pendampingan yang akan sekaligus menjadi lawyer,” tuturnya.

Sementara itu, Firman Wijaya, pengacara terdakwa kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto, tak mempersoalkan dirinya dilaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim Polri.

Firman dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan melakukan pencemaran nama baik dirinya seusai persidangan Setnov pada Kamis (25/1) pekan lalu.

“Ya saya advokat dan hanya rakyat biasa yang setiap hari kerjanya memperjuangkan keadilan. Bukan siapa-siapa,” kata Firman saat dikonfirmasi.

Firman mengatakan, profesi sebagai advokat menuntutnya untuk bekerja membela siapa pun sebagai kliennya tanpa pandang bulu.

“Seperti biasa (tugas advokat), hari ini membela Pak Novanto. Besok membela yang lain, ya biasa saja,” tukasnya.

Meski begitu, Firman menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Sebab, menurutnya ada putusan Mahkamah Konstitusi yang melindungi profesi advokat.

“Saya rasa semua berangkat dari hukum ya. Tinggal dibaca putusan MK dan UU tentang Advokat, semua tentang imunitas profesi,” tuturnya.(rbc/int)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *