STIKPER Gunung Sari Siap Berkompetisi di Era Global

rakyatbersatu.com.- Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKPER) Gunung Sari Makassar  yang dipimpin Dr Pius Nalang, M.Kes, terus mengalami perkembangan, ditengah kuatnya arus persaingan ditingkat pendidikan tinggi, baik lokal, nasional maupun ditingkat global.

Selain itu kampus ini juga dikenal sebagai kampus mini Indonesia. Karena mahasiswa yang direkrut berasal dari beragam, suku, agama, ras dan daerah. Diantaranya dari NTT dan  ini yang terbanyak, menyusul  Maluku, NTB, Ambon, Ternate, Bima, Papua, Kalimantan, Jawa, Bali dan tentu yang berasal dari 24 kabupaten kota di Sulsel.

Pius Nalang yang juga ketua umum KKB-NTT ini,  merasa tetap optimis  bisa membawa STIKPER Gunung Sari Makassar menjadi perguruan tinggi  keperawatan yang memiliki kompetensi di tingkat nasional maupun internasional. Tentu dengan upaya – upaya yang dilakukan saat ini.

Dibawa kepemimpinan Pius Nalang, banyak melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dalam danluar negeri, serta rumah sakit-rumah sakit bertaraf internasional. Diantaranya  Rumah Sakit Med Denpasar Bali, dan RSU Daerah Badung Denpasar.

Kedua rumah sakit di Bali ini dikenal banyak melayani orang-orang barat. Sehingga dengan ditempatkannya mahasiswa  STIKPER Gunung Sari Makassar untuk magang maupun untuk praktek klinik, mahasiswa sudah bisa mendapatkan pengetahuan  cara memberikan pelayanan kesehatan terhadap orang-orang barat.

“Jadi selama mahasiswa magang di rumah sakit tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami aspek keperawatannya belaka, tetapi aspek-aspek budaya orang barat juga bisa dipahami,”tandas Pius Nalang seraya menambahkan,  dalam penerapan asuhan keperawatan kedepan aspek sosial dan budaya  menjadi perhatian utama. Dan karena orang barat ini memiliki budaya yang berbeda dengan  masyarakat Indonesia pada umumnya sehingga ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi anak-anak mahasiswa STIKPER terutama memasuki persaingan global.

Selain itu, Pius Nalang juga mempersiapkan sumber daya dosen yang handal, yakni dengan memberikan kesempatan dosennya untuk lanjut studi, baik S2 maupun program doktoral. Ada sejumlah dosen program magister dan doktoral  yang dibiayai oleh Dikti dan beasiswa dari yayasan.(nasrullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *