Student Mall Jadi Kebanggaan Unismuh Makassar

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri .-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.- Keberadaan student mall  di lantai 2, Gedung Muktamar  Unismuh Makassar  saat ini menjadi salahsatu fasilitas yang  sangat dibanggakan.

Student Mall ini adalah pusat kuliner yang ada di dalam kampus.  Dan mungkin student mall  Unismuh Makassar ini, adalah satu-satunya  yang ada di PTS di Sulsel dan bahkan mungkin di lingkup kopertis IX Sulawesi.

Tidak dipungkiri memang, sejumlah  perguruan tinggi  juga telah memiliki tempat-tempat bisnis atau kantin di dalam kampus, hanya tidak terpusat dalam satu kawasan, seperti yang ada di Kampus Unismuh Makassar.

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri, di acara Rakornas PTM di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar,  ketika media menanyakan keberadaan student mall di Unismuh Makassar, mengatakan, keberadaannya menguntungkan karena  sebagai salah satu sumber pendapatan dari amal usaha persyarikatan Unismuh Makassar.

Dikatakan,  di  student mall terdapat ratusan stand tempat menjual kebutuhan sehari-hari mahasiswa, mulai dari makanan, minuman dan keperluan-keperluan perkuliahan semuanya tersedia di student mall. Bahkan di Galeri Suara Muhammadiyah, di jual baju batik,  jaket, baju kaos dan lambang-lambang muhammadiyah.

Meskipun keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar, tetapi karena jumlahnya ratusan, jika ditotalkan jumlahnya juga bisa besar. “Kita bersyukur  dan bangga Unismuh memiliki student mall yang tidak dimiliki oleh pergurun tinggi lainnya,”tandas Pak Andi panggilan akrab Andi Sukri Syamsuri.

Keberadaan student mall Unismuh Makassar, disebutkan Andi Sukri sejalan dengan  salah satu budaya organisasi yang dikembangkan universitas, yakni budaya entrpreneurship. Dan menariknya juga tidak sekadar menonjolkan keuntungan semata tetapi unsur pemberdayaannya juga jalan, karena di student mall juga melibatkan mahasiswa.

Sebagai gambaran di Unismuh Makassar ini, mengembangkan sejumlah unit bisnis, seperti pengolahan jagung unggul di Doja, Kabupaten Gowa, pengembangan benih jagung unggul di Bolangi Gowa, dan pengembangan perikakan tambak di Pangkep.

“Semua bisnis yang dikembangkan diharapkan bisa menambah sumber pendapatan Unismuh Makassar, jadi tidak semata mengandalkan SPP mahasiswa. Meskipun demikian Unismuh tetap focus pada peningkatan akademik yang lebih baik menuju kampus Islami yang lebih berkamajuan,”tandas Andi Sukri.

Pengembangan beberapa unit bisnis di Unismuh Makassar saat ini , sangat sejalan dengan apa yang disampaikan  oleh Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Lincolin Arsyad  di acara Rakornas PTM di Unismuh Makassar, bahwa perguruan tinggi  khususnya dalam lingkup PTM  juga bisa mengembangkan unit-unit bisnis sebagai sumber pendapatan amal usaha persyarikatan.

Dikatakan, selama ini banyak perguruan tinggi hanya mengandalkan SPP mahasiswa, sehingga kecenderungannya setiap tahun hanya bergantung pada jumlah mahasiswa baru yang diteirma di perguruan tinggi tersebut.

 “Kedepan PTM harus memikirkan unit-unit bisnis yang bisa dikembangkan. Tidak perlu langsung bisnis besar, tetapi bisa dimulai dari bisnis yang kecil-kecil saja dulu, kalau sudah maju baru dikembangkan lagi,”ujarnya.

Bayangkan ujar Lincolin, jika ada perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 6.000 orang. Ada 3000-an orang yang datang kuliah setiap hari di kampus, dan tarulah ada 1.000-an mahasiswa yang belanja di kantin yang ada di kampus, maka keuntungan yang diperoleh cukup banyak.

Bagaimana halnya dengan  Unismuh Makassar yang jumlah mahasiswanya mencapai 22 ribu lebih, separuhnya saja belanja di kampus, berapa banyak uang yang beredar di kampus setiap harinya, tandas  Lincolin Arsyad memberikan motivasi kepada pimpinan PTM di acara Rakornas di Kampus Unismuh Makassar baru-baru ini.-nasrullah-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *