Sulsel Dukung Swasemda Daging 2025

Sekretaris Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Nasrullah, MS saat membuka sosialisasi pengendalian pemotongan sapi betina produktif di Grand Asia Hotel, baru-baru ini.—-nasrullah–

RAKYATBERSATU.-  Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI telah mencanangkan pada 2025 Indonesia akan swasembada protein hewani. Sekarang ini posisi Indonesia untuk protein daging masih tergantung dari kebutuhan daging dari luar negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementarian Pertanian  RI, Dr Ir Nasrullah, MS, mengatakan, kebutuhan protein  hewani Indonesa masih tergantung  orang lain atau dari luar negeri.

“Sekarang ketergantung kita akan kebutuhan  protein daging dari luar masih cukup tinggi sekitar 30 -40 persen. Karenanya dalam pemerintahan Pak Jokowi –JK pada 2016  tahun lalu telah dicanangkan pada 2025 Indonesia sudah swasembada daging (sapi dan kerbau),”tegas Nasrullah.

Alumni S3 Jepang ini mengatakan  keprihatinannya itu pada saat membuka acara  sosialisasi  pengendalian betina produktif  yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provins Sulsel  di Grans Asia Hotel dua hari yan lalu. (4/6/2017). Hadir mendampingi Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Ir Abdul Asis.

Nasrullah lebih jauh mengatakan, karena daging ini diproduksi dari ternaknya maka sekarang ini ternak (sapi dan kerbau)  terus dipacu pertumbuhannya. Karenanya sangat merespon sosialisasi pengendalian pemotongan sapi betina produktif yang dilaksanakan oleh Dinas PKH Provinsi Sulsel. Apalagi dalam sosialisasi ini telah melibatkan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Dikatakan, untuk mencapai  target swasembada  daging di  2025 maka solusinya sekarang adalah  dengan meningkatkan populasi ternaknya. Daging ini pabriknya adalah ternaknya itu sendiri. Dan sampai kapanpun pabrikan tidak akan  mungkin bisa menggantikannya.

Kondisi ini menurut Nasrullah sangatlah kontradiktif dengan tingginya pemotongan sapi betina produktif di masyarakat saat ini.“Kalau sapi betinanya habis maka tidak akan pernah dapat penambahan anak sapi kecuali dengan mendatangkan sapi dari negara lain.

Masalahnya kalau kebutuhan penyediaan  daging kita masih tergantung pada negara lain, maka  ini sangat berbahaya bagi keamanan negara. “Negara kita sangat rawan ketika kita terus-terusan tergantung pada negara lain,”tandas Nasrullah.

Masalah pangan ini menurut Nasrullah sangat rawan, dan ini bisa menjadi pemicu konflik di masyarakat.  Soal pangan orang tidak bisa tahan sampai satu minggu.  Apalagi jika perut sudah lapar maka apapun resiko yang terjadi pasti ditempuh dan ini sangat berbahaya jika ini dibiarkan terjadi. Karenanya perlu adanya langkah-langkah strategis yang harus diambil bersama. Termasuk bagimana mencegah pemotongan sapi betina yang masih produktif.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Ir Abdul Asis, kepada media mengatakan, Sulsel  khususnya Dinas PKH  sangat mendukung target swasembada daging pada 2025. Sebagai bentuk dukungan maka dinas PKH Sulsel gencar melakukan sosialisasi seperti yang dilaksanakan sekarang ini, juga terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak memotong sapi betinanya yang masih produktif.(nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *