Dosen STIM Lasharan Jaya Makassar Latih 51 Dosen di Surabaya

RAKYATBERSATU.COM.– Untuk ke tiga kalinya Dosen STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh Amsal Sahban, Ph.D berkunjung ke Sofia Front one Hotel, Surabaya untuk memberikan pelatihan pada 51 dosen dari tanggal 22 sampai 24 Februari 2020.

Acara ini dibuka oleh wakil rektor bidang Urusan Kerjasama Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Ir. Endang Noerhartati, MP dan dilanjutkan dengan materi pelatihan yang dibawakan oleh Muh. Amsal Sahban, Ph.D

Pelatihan ini dihadiri sebanyak 51 dosen yang datang dari berbagai kota seperti dari Malang, Palangka Raya, Jakarta, Tangerang, Yogyakarta dan beberapa kota besar lainnya. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari yang terdiri dari pelatihan olah data penelitian kuantitatif menggunakan software Spss dan Amos selama 2 hari, disusul dengan pelatihan olah data penelitian kualitatif menggunakan Atlas.ti 8 selama 1 hari. Tampak para peserta begitu antusias mengikuti kedua pelatihan ini.

Indiana, S.E., MM salahsatu peserta mengatakan bahwa pelatihan ini sangat baik untuk menambah khasanah keilmuannya dalam konteks kuantitatif dan kualitatif dan sangat bermanfaat karena diajarkan cara menulis hasil penelitiannya untuk keperluan jurnal, thesis maupun disertasi.

Silvy Aulia Peserta lain juga mengatakan bahwa awalnya dia berpikir mungkin akan membosankan dan melelahkan mengikuti kegiatan ini, tetapi ternyata 3 hari pelatihan terasa cepat sekali berlalu karena begitu banyak yang dia pelajari.

Peserta lain juga mengatakan bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, ia semakin percaya diri dalam mengolah data penelitian khususnya menggunakan Spss dan Amos SEM. Awalnya dia menganggap software ini sangat sulit untuk di pelajari namun ternyata sangat mudah karena didampingi oleh instruktur yang berpengalaman dan diarahkan secara step by step.

Peserta lain juga mengatakan bahwa ia sering mengikuti pelatihan sejenis ini, tapi dalam pelatihan kali ini ia mendapat banyak hal baru yang sangat bermanfaat. Sehingga ia ingin tularkan ilmu ini kepada mahasiswa bimbingannya dan juga kepada teman-teman dosen di institusinya.

Pada pelatihan olah data penelitian kuantitatif menggunakan software Spss dan Amos diantaranya mempelajari tentang bagaimana cara membangun data ke dalam Spss dan Amos, memperbaiki data yang tidak terdistribusi normal, melakukan uji pengaruh, uji beda dan uji hubungan dan juga menguji adanya mediasi dan moderasi dalam model, melakukan uji EFA dan CFA serta menulis hasil pengolahan data dan hasil pengujian hipotesis untuk keperluan jurnal, thesis dan disertasi.

Untuk pelatihan kulatitatif diantaranya mempelajari tentang konsep dasar kualitatif, mengelola dokumen berupa file PDF, jpeg, video, audio dan lain-lain didalam software Atlas.ti, mengkoding data secara induktif dan deduktif, melakukan auto coding, menghasilkan output textual dan visual berupa mind mapping yang dapat digunakan untuk mencari gap dalam pembuatan proposal penelitian, serta mempelajari cara mengimport hasil wawancara dan Focus Group Discussion ke dalam Atlas.ti

Selama 3 hari pelatihan peserta cukup aktif bertanya, salahsatunya menanyakan tentang sampel dalam penelitian. Ia bertanya apakah data yang digunakan dalam penelitan adalah data dari sampel atau data populasi? Dan dijawab oleh Amsal bahwa penelitian yang baik adalah penelitian yang menggunakan data populasi sebenarnya. Namun karena keterbatasan waktu, dana dan energi, data sampel tetap diperbolehkan jika populasi yang diteliti dalam jumlah besar dan sulit untuk mencapai populasi tersebut. Dan itulah yang disebut sebagai penelitian inferensial.

Pertanyaan lain adalah apakah fungsi dari goodness of fit (GOF) dalam Amos? Dan Amsal menjawab bahwa GOF berfungsi untuk mengetahui apakah data yang diambil dari teori sudah betul-betul sesuai dengan data yang diambil dilapangan atau dalam observasi sebenarnya, sehingga dapat menentukan layak atau tidaknya penelitian ini dilanjutkan.

Dalam pelatihan kualitatif menggunakan Software Atlas.ti peserta ada yang bertanya tentang apa fungsi utama dari software Atlas.ti ini? Amsal menjawab bahwa Software Atlas.ti ini sangat powerful untuk mengolah data kualitatif kita seperti mengolah transkrip wawancara, rekaman audio, video, foto JPEG, dll.

Bahkan software ini juga cocok digunakan untuk membantu menyusun kajian pustaka kita. Seperti menyusun poin-poin penting dalam proses bacaan kita, menghubungkan poin2 penting tsb kedalam gambar visual (semacam mind map), dan menghasilkan output text dalam bentuk Ms.Word. Sehingga proses penelitian kita menjadi lebih efektif, efisien dan menyenangkan dengan bantuan software ini.

Amsal berharap, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan lebih terampil dalam mengolah data baik itu kuantitatif maupun kualitatif dengan menggunakan software tersebut.

“Saya percaya para peserta mendapatkan manfaat yang maksimal setelah mengikuti pelatihan ini dan lebih terampil serta percaya diri dalam mengolah datanya dengan bantuan software ini” tutupnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *