Guru Harus Persiapkan Orientasi dan Literasi Baru pada Pembelajaran

RAKYATBERSATU.COM.– Guru harus mempersiapkan orientasi dan literasi baru pada bidang pendidikan atau pembelajaran. Literasi lama yang mengandalkan baca tulis dan matematika harus diperkuat dengan mempersiapkan literasi baru seperti literasi digital.

Demikian isi makalah dibawakan Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr.H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum pada seminar pendidikan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Barru, Sabtu (3/8/2019) di Kota Barru.

Pada seminar itu Andis panggilan akbar Andi Sukri Syamsuri ini membawakan makalah berjudul, Literasi Digital dalam Pengembangan Kompetensi Guru di Era Disrupsi.

Literasi digital sangat terkait ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan di bidang teknologi, media, dan informasi. “Bagi penduduk Indonesia, berdasarkan Indonesia digital 2019 menunjukkan perkembangan penggunaan media sosial mencapai 150 juta pengguna.Ini berarti mayoritas pengguna internet untuk bersosialisasi menggunakan media sosial. Jumlah pengguna sosial ini mencapai 56 persen dari jumlah penduduk di Indonesia,” ungkap mahasiswa teladan RI 1993 ini

Media sosial yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah; Youtube 88%; Whatsapp,83%; Facebook 81 %; Instagram 80% ; Line 59% dan lain- lain.

Doktor linguistik PPs-Unhas ini mengatakan ditinjau dari sisi gender dan umur, terlihat penggunaan media sosial tahun 2019 di Indonesia sudah mulai dari usia 13-17 tahun kemudian usia 18-24 tahun dan 25-34 tahun.

Penguasaan siswa terhadap media sosial tidak lagi menjadi hal yang susah dan sulit namun inilah peranan guru di era disrupsi sebagai sebuah tantangan dunia pendidikan.

Sekjen Kerukunan Keluarga Masyarakat Wajo (Kemawa) ini mengatakan bahwa seorang guru atau pendidik dituntut mampu mengubah mindset peserta didik dari memanfaatkan menjadi menciptakan.

Pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan memadai agar mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan zaman dan mampu berkompetitif.

Anak didik dewasa ini tentunya tidak lagi cocok dengan sistem Pendidikan abad ke -20 , banyak menggunakan produk kontemporer.

Anak didik jaman digital ini sudah mampu menerima informasi yang cepat dari berbagai sumber multimedia

Anak didik jaman digital ingin mengakses informasi multimedia hyperlink secara acak. Selain itu, anak didik jaman digital lebih akrab dengan layer dan gadget daripada kertas dan papan.

“Oleh karena itu, menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk menguasai pula literasi digital sehingga akan mampu mengiringi dan melatih serta mendidik anak didiknya,” pungkas Andi Sukri Syamsuri

Tampil selaku pemakalah lainnya yakni: Bupati Barru, Ir.H. Suardi Saleh, M.Si, Prof Dr Ir H Irwan Akib, M.Pd (Kepala LPPPTK Kemendikbud RI).

Dr. Ir. Abustan, M.Si (Kadis Pendidikan Barru), Dr. Khaerudidin, M.Pd (Asesor BAN Sekolah Menengah Atas Sulsel), Erwin Akib, M.Pd, Ph.D (Dekan FKIP Unismuh Makassar; Dr H Kamaruddin Hasan, S.Ag, M.Pd (Ketua Dewan Pendidikan Barru). (yahya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *