Jurusan PKK FT UNM Latih Warga Desa Membuat Kue Lapis Tenun Sutra

Penyerahan daftar hadir peserta PKM yang disaksikan  Ketua LP2M UNM Prof Dr. Ir. H. Bahrani Rauf, M.T

RAKYATBERSATU.COM.- Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (PKK-FT UNM) bekerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UNM menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bonto Jai Kabupaten Takalar.

Rektor UNM yang diwakili Ketua LP2M, Prof Dr. Ir. H. Bahrani Rauf, M.T mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya.

“Kegiatan yang melibatkan warga dan Pemerintahan Desa Bonto Joi ini bertujuan untuk melatih dan memotivasi warga desa agar mampu memanfaatkan peluang usaha yang mandiri melalui pelatihan keterampilan Membuat Kue Lapis Tenun Sutra,” kata Prof Bahrani Rauf.

Program kemitraan yang dilaksanakan di rumah kepala desa Bonto Jai berlangsung sangat kekeluargaan, bersahaja dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai.

Penyerahan alat dan bahan secara simbolis kepada Kades Bonto Jai disaksikan oleh Kepala LP2M dan para peserta pelatihan.

Sementara itu, Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin, SE, mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang senang membuat kue.

Respon peserta yang mengikuti pelatihan sangat baik, selama ini mereka hanya beli kue lapis, itupun kue lapis biasa saja tanpa motif.

“Setelah mengikuti kegiatan ini kita tidak perlu lagi beli kue lapis, dan jika ada acara-acara seperti acara pernikahan, untuk isi “bosara”, atau jika ada tamunya pak kepala desa, ibu-ibu rumah tangga sudah bisa menyiapkan kue lapis motif tenun sutra,” katanya.

Sementara itu Ketua pelaksana kegiatan PKM, Dr. Andi Hudiah, M.Pd didampingi anggota pelaksana Dra. Hj. Gawarti, M.Pd mengatakan bahwa para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Saya sendiri (Andi Hudiah) sebagai ketua pelaksana sangat mengharapkan kepada peserta agar sering-sering berlatih membuat kue lapis motif tenun sutra ini, agar dapat dikembangkan dan bahkan dapat menciptakan motif yang baru, serta dapat dijadikan suatu usaha rumah tangga,”

Di akhir pertemuan, Tim PKM memberikan bahan dan alat kepada peserta dengan harapan dapat membuat sendiri di rumah masing-masing dan memotret hasil karyanya dan mengirimkan fotonya ke WA saya, kemudian saya akan memberikan hadiah. Peserta menyambut dengan tepuk tangan dan menanyakan nomor WA saya.

Deskripsi Kue Lapis
Kue Lapis adalah salah satu jajanan favorit hampir semua kalangan, dapat dijumpai di pasar atau toko kue tradisional. Kue ini biasanya terdiri dari dua warna yang berlapis-lapis, ini yang memberi nama kue ini. Konon kabarnya filosofi kue lapis mengandung makna bahwa rejeki akan berlapis-lapis.

Setiap acara baik acara resmi maupun acara tidak resmi, lebih khusus pada acara pernikahan selalu tersaji Kue lapis. Kue lapis yang sering dijumpai pada acara-acara tersebut hanya terbatas pada dua warna saja, kalau bukan hijau putih ya coklat putih, atau pink putih. Motifnyapun terbatas pada garis garis saja.

Kue lapis merupakan salah satu kue tradisional yang belum banyak diketahui cara pembuatannya oleh masyarakat. Selama ini masyarakat hanya membeli di pasar atau di penjual kue khusus kue lapis.
Pengembangan corak dan motif kue lapis ini sangat besar peluangnya dan sangat berpotensi untuk dijadikan usaha maupun dapat dikembangkan di masyarakat sebagai industri rumah tangga.Dapat diproduksi sebagai usaha individu ataupun diproduksi oleh kelompok ibu-ibu sebagai usaha kelompok.

Kue lapis motif tenun sutra sangat menarik corak dan warnanya, tentu digemari oleh siapapun yang melihatnya. Selain rasanya manis, juga sangat cantik dipandang mata. Bahan yang digunakan sangat terjangkau dari segi harga dan sangat mudah diperoleh di pasaran maupun swalayan.

Dalam upaya mengembangkan motif kue lapis ini dipandang perlu untuk mempraktekkan dan memvariasikan motif dan corak dalam pembuatan kue lapis tersebut agar ibu-ibu rumah tangga dapat termotivasi untuk lebih kreatif dalam mengembangkan keterampilan.

Dalam upaya meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga di desa Bonto Jai kecamatan Bissappu, kami termotivasi untuk memberikan bimbingan dan pelatihan dalam hal membuat kue lapis yang bercorak motif tenun sutra. Dengan demikian, ibu-ibu dapat membuat kue lapis motif tenun sutra yang menarik, bergizi, dan higienis. (wahyudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *