Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar Terima Enam Mahasiswa Thailand

Ketua PMB Unismuh Makassar, Dr H Bahrun Amin, Dekan FAI, Drs H Mawardi Pewangi,  Direktur Ma’had,  H. Lukman Abd  Shamad, Lc,  Dr Ilham Muchtar dan  Dr M Ali Bakri  saat memantau kegiatan pelaksanaan ujian tes tertulis calon mahasiswa Ma’had Al Birr Unismuh baru-baru ini.-nasrullah-

RAKYATBERSATU.COM.-  Ma’had Al Birr Unismuh Makassar  adalah yang terbesar  dan terbanyak  jumlah mahasiswanya  dari 20 Ma’had  dibawah  supervisi  Asia Muslim  Charity Foundation (AMCF) di seluruh Indonesia.

Tahun ini  calon mahasiswa  yang mendaftar di Ma’had Al Birr Unismuh Makassar  sedikitnya berasal dari 15 provinsi di Indonesia,yakni Aceh,  Gorontalo,  Papua, Timur-Timur, Jawa Timur, Maluku, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi  Tenggara, Sulawesi Tengah  dan Sulsel.

Bahkan  informasi yang diperoleh dari  Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar,  Drs H  Mawardi Pewangi, M.Pd.I, bahwa tahun ajaran 2019-2020 ada enam  orang mahasiswa Thailand   melamar masuk di Ma’had Al Birr Unismuh Makassar.

“Masuknya mahasiswa  asing  telah menunjukkan  Ma’had Al Birr Unismuh Makassar  tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga  di luar negeri,”ujar Sekretaris Ma’had Al Birr Unismuh,  Dr M. Ali Bakri kepada media di kampus.

Ada  banyak kelebihan mahasiswa Ma’had Al Birr, selama menjadi mahasiswa  Ma’had, diantaranya  mendapat beasiswa, diasramakan, makannya dijamin  tiga kali sehari, dan yang pasti yang diterima  di Ma’had  bacaan maupun  hapalan qurannya  tidak diragukan lagi.

Terkait masa studi, Direktur Ma’had Al Birr Unismuh Makassar,  H Lukman Abd Shamad, Lc, mengatakan, masa studi mahasiswa Ma’had Al Birr  Unismuh rata-rata  2 – 2,5 tahun. Setelah itu ada  yang langsung pulang ke daerahnya  karena mereka sudah ada kontrak kerja dan ada juga yang masih ingin lanjut  di program sarjana (S1) di FAI.

Sekarang ini  jumlah mahasiswa Ma’had Al Birr Unismuh Makassar  mencapai seribuan lebih,  dan 30 persen  diantaranya tinggal di asrama. Mereka yang tinggal di asrama di prioritaskan  mahasiswa yang  berasal dari  luar Sulsel serta  yang dianggap tidak mampu.

“Jumlah  ini belum termasuk  yang sekarang ini diterima di tahun ajaran 2019-2020 yang jumlahnya mencapai seribuan,”ujar  Sekretaris Ma’had Al Birr Unismuh,  Dr M Ali Bakri. (nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *